Badan Kerja sama Internasional Jepang atau JICA resmi memberikan pinjaman ke Indonesia sebesar Rp 14,2 triliun atau 118,9 miliar yen. Pinjaman ini diberikan untuk pembangunan proyek Pelabuhan Patimban tahap 1.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pinjaman tersebut sangat penting untuk pembangunan proyek di Indonesia. Apalagi, bunga pinjaman dari Jepang ini sangat kecil sebesar 0,1 persen per tahun.
"Suku bunga tetap 0,1 persen. Keseluruhan jangka waktu cicilan 40 tahun. Ini suku bunga rendah yang bisa menjamin dibayar kembali dengan cepat," ujarnya di kantornya, Rabu (15/11).
Menurutnya, pembangunan pelabuhan Patimban akan mampu meningkatkan industrialisasi di sekitar Jawa Barat. Pelabuhan tersebut juga akan menjadi pusat logistik bertaraf internasional.
"Logistik yang bersifat internasional ini untuk mendukung proses industrialisasi tetap kompetitif dan produktif. Tidak terbebani logistik dan transportasi," katanya.
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini berharap pelabuhan yang terletak di Subang, Jawa Barat ini bisa dioperasikan pada Maret 2019. "Pinjaman IP 577 ini adalah untuk membangun terminal baru. Kita berharap pembukaan Patimban dilakukan pada Maret 2019 sehingga bisa memfasilitasi kegiatan ekonomi yang semakin meningkat," jelas Sri Mulyani.