Hajj Islamic Tourism Expo 2017 resmi dibuka, diikuti 105 peserta dari berbagai negara

Pertama kali dalam 13 tahun terakhir, Indonesia akan menjadi tuan rumah pameran umrah haji dan wisata muslim atau 'Hajj Islamic Tourism Expo 2017'. Pameran ini akan menjadi terbesar di Indonesia, bahkan mungkin menjadi salah satu pameran Islamic Tourism cukup besar di Asia ataupun Eropa.

Wilfridus Setu Embu
Oleh Wilfridus Setu Embu - Reporter
Hajj Islamic Tourism Expo 2017 resmi dibuka, diikuti 105 peserta dari berbagai negara
pameran layanan bisnis haji dan umroh. ©2017 Merdeka.com/Wilfridus Setu Embu

Pertama kali dalam 13 tahun terakhir, Indonesia akan menjadi tuan rumah pameran umrah haji dan wisata muslim atau 'Hajj Islamic Tourism Expo 2017'. Pameran ini akan menjadi terbesar di Indonesia, bahkan mungkin menjadi salah satu pameran Islamic Tourism cukup besar di Asia ataupun Eropa. Islamic Tourism Expo diikuti lebih dari 105 tenant.Ketua Penyelenggara Hajj Islamic Tourism Expo 2017, Bambang Hamid, mengatakan pameran ini menjadi ajang promosi bagi para penyedia layanan yang bergerak dalam bisnis haji dan syariah. Harapannya peserta pameran dapat semakin mengembangkan usahanya."Ajang Hajj Islamic Tourism Expo 2017 ini dapat juga terjadi transaksi business to business atau business to costumer," ungkapnya di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Selasa (10/10).Sementara itu, Anggota Komisi VIII DPR RI, Iskan Qolba Lubis mengharapkan dengan adanya pameran seperti ini akan memudahkan umat Islam untuk melakukan ibadah haji dan umroh. "Ini peluang tak hanya ke Mekkah dan Madinah, tapi juga ke tempat yang lain," kata Islan.Peserta pameran terdiri dari biro perjalanan wisata penyelenggara haji dan umroh, maskapai penerbangan, hotel, asosiasi penyelenggara haji dan umroh, asosiasi perjalanan wisata, termasuk perusahaan transportasi, catering, serta pameran destinasi wisata baik di dalam dan luar negeri.Event ini juga dihadiri oleh para pelaku bisnis dari negara tujuan wisata muslim, seperti Saudi Arabia, Uni Emirate Arab, Jordania, Mesir, Turki, Syria, Palestina Uzbekistan, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darusalam.

Rekomendasi