Produksi tak tentu, LNG dalam negeri belum sepenuhnya laku

Produksi tak tentu, LNG dalam negeri belum sepenuhnya laku. Di mana, sekitar 16 sampai 18 kargo masih dalam proses tender sampai akhir tahun. LNG yang tidak terjual tersebut akan disiapkan untuk konsumsi dalam negeri. Salah satu pihak yang akan didekati adalah Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Wilfridus Setu Embu
Oleh Wilfridus Setu Embu - Reporter
Produksi tak tentu, LNG dalam negeri belum sepenuhnya laku
FRSU Lampung. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja, mengatakan tahun ini masih ada cukup banyak Liquified Natural Gas (LNG) yang tidak terjual. Di mana, sekitar 16 sampai 18 kargo masih dalam proses tender sampai akhir tahun."Ada dari Bontang, ada dari Tangguh, tapi sebagian besar dari Bontang," ungkapnya di sela-sela acara Gas Indonesia Summit and Exibition 2017, di Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat, Rabu (12/7).Dia mengatakan bahwa LNG yang tidak terjual tersebut akan disiapkan untuk konsumsi dalam negeri. Salah satu pihak yang akan didekati adalah Perusahaan Listrik Negara (PLN). "Pasti ditawarkan pertama ke PLN, karena PLN ngambilnya besar dan untuk listrik. Itu kan prioritas," ujarnya. Wirat juga mengatakan tidak stabilnya produksi LNG dalam negeri berpengaruh pada stabilitas tingkat permintaan. "Sehingga masih ada commited sampai tahun 2035. Kita selalu masih ada uncommited cargo. Volumenya tergantung kadang-kadang bisa 50 sampai 60 kargo per tahun rata rata," tutup dia.

Rekomendasi