Era ekonomi digital, ketenagakerjaan RI hadapai tiga tantangan

Kualitas pendidikan, keterampilan, dan mentalitas pekerja.

Supriatin
Oleh Supriatin - Reporter
Era ekonomi digital, ketenagakerjaan RI hadapai tiga tantangan
Seminar ekonomi digital. ©2017 Merdeka.com

Pemerintah menghadapi tiga tantangan ketenagakerjaan di tengah kemajuan ekonomi digital. Yakni, meningkatkan kualitas pendidikan, menyesuaikan kompetensi pekerja dengan kebutuhan pemberi kerja (link and match), dan membenahi mentalitas pekerja.

Demikian diungkapkan Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Kementerian Ketenagakerjaan Haiyani Rumondang dalam seminar tentang ekonomi digital dan implikasinya terhadap tenaga kerja, Jakarta, Rabu (26/4).

"Tingkat pendidikan yang relatif lebih rendah, 60 persen berpendidikan SMA ke bawah. Itu pasti tantangan yang tidak mudah diatasi dengan hanya menunggu tingkat pendidikan formal," katanya.

Untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut, menurut Haiyani, pihaknya bakal memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Itu berupa penyediaan akses teknologi guna meningkatkan pendidikan dan keterampilan pekerja.

"Sehingga masyarakat bisa mengisi lapangan pekerjaan yang tersedia di era ekonomi digital."

Dia menambahkan, Indonesia berpotensi besar mengambil peran pengembangan ekonomi digital di Asia Tenggara. Mengingat, Indonesia merupakan pangsa pasar untuk produk teknologi.

Rekomendasi