Presiden Joko Widodo, kemarin, menghadiri Haul Al-Marhumin Sesepuh dan Warga Pondok Buntet Pesantren 2017 untuk bersilaturahim dengan para ulama dan santri.Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menceritakan hal-hal yang dibahas saat Sri Baginda Raja Salman mengunjungi Indonesia beberapa waktu lalu. Dia mengatakan pemerintah berupaya meningkatkan total investasi dari Arab Saudi untuk pembangunan di Indonesia.Presiden Jokowi menyebut investasi yang diberikan Arab Saudi kepada Indonesia hanya Rp 89 triliun. Jumlah investasi itu lebih kecil bila dibandingkan dengan investasi Arab saudi yang ditanam di China sekitar Rp 870 triliun."Nanti setelah ini saya akan tindak lanjuti telpon kepada beliau, telepon kepada Pangeran Muhammad, putera dari Raja Salman, dan moga-moga Indonesia mendapatkan lebih dari yang diberikan kepada China," jelas Presiden Jokowi.Sembari bercanda, Presiden Jokowi mengatakan bahwa dia sedikit kecewa atas hal ini. Padahal, dia sudah memayungi dan menyetiri Raja Salman sewaktu tiba di Istana Bogor."Itu yang saya sedikit, hanya sedikit, kecewa."Momen menjemput Raja Salman saat hujan sempat diunggah akun Facebook Presiden Joko Widodo. Dalam foto tersebut terlihat dari peci sampai jas hingga celana Presiden Jokowi bahas kuyup. Padahal payung juga telah disiagakan oleh pasukan keamanan. Dalam keadaan basah-basahan Presiden Jokowi juga memegang lengan Raja Salman dan jalan bersama menuju ke dalam Istana Bogor."Hujan lebat menyambut Raja Salman bin Abdulaziz di Istana Bogor. Setiap tetes hujan adalah berkah dari Allah SWT. Semoga pertemuan ini menjadi berkah bagi Indonesia dan Arab Saudi," begitu tulisan dalam foto tersebut.Pada kunjungan Maret lalu, kedatangan Raja Salman memang juga sudah membuat heboh masyarakat Indonesia. Sebab, Raja Salman dan kekayaan yang dimilikinya, membuat proses kunjungannya tidak biasa.Apa saja kehebohan yang diakibatkan kedatangan Raja Salman Maret lalu? Silakan baca ke halaman berikutnya.
Advertisement
Dalam kunjungannya lalu, Raja Salman membawa 1.500 orang dalam rombongan termasuk para menteri dan pangeran. Maka dari itu, rombongan ini membutuhkan hingga 360 kendaraan sewa mewah. Bahkan, untuk membawa barang-barang rombongan ini, dibutuhkan 45 truk untuk mengangkutnya.Pengamanannya pun tidak sembarangan. Pemerintah Indonesia menyiagakan 2.500 personel TNI dan Polri yang mengamankan liburan Raja Salman di Bali. Jumlah ini masih ditambah para pecalang.Selain itu, pada pihak Indonesia, ada beberapa permintaan dari Raja Salman. Salah satunya kepada pengelola Istiqlal, khususnya mengenai toilet. Raja Salman menghendaki toilet dengan spesifikasi sama seperti yang dia gunakan di Arab. Berdasarkan permintaan dari tim kedokteran Raja Salman, diminta dibuatkan pegangan khusus di sisi kloset agar bisa menopang tubuh Raja Salman.Kunjungan Raja Salman juga membumbungkan harapan masyarakat Tanah Air akan besarnya investasi yang akan dibawa ke Indonesia. Seperti diungkapkan Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) yang menilai kunjungan Raja Salman dari Arab Saudi sangat strategis untuk pembangunan infrastruktur di Tanah Air. Menurut Hipmi, Arab Saudi dapat dijadikan pintu masuk mengakses dana-dana tak terbatas (unlimited fund) di Timur Tengah."Dalam konteks Indonesia yang sedang membangun infrastruktur, Arab Saudi dapat menjadi pintu masuk untuk mengakses unlimited fund di Timur Tengah," ujar Ketua Umum BPP Hipmi Bahlil Lahadalia.Bahlil mengatakan, pemerintah membutuhkan dana yang besar untuk membangun infrastruktur. Hipmi mengatakan, selama ini dana-dana investasi dari Timur Tengah masih sangat mahal. Sebab dana tersebut terlebih dahulu 'tersangkut' di Malaysia dan Singapura. "Sebab dua negara ini lebih gesit dari kita. Dia bilang investasi dia. Padahal dananya dari Timur Tengah. Makanya kita tidak boleh kalah gesit dari Malaysia dan Singapura. Kita optimalkan kedatangan Raja Saudi Arabia," tutur Bahlil.Lalu mengapa Arab Saudi lebih besar menanamkan modalnya di China dibanding Indonesia? Temukan prediksinya di halaman berikutnya.
Advertisement
Setelah berkunjung dan berlibur di Indonesia, rombongan Raja Salman melanjutkan tur Asianya, salah satunya ke China. Kementerian Luar Negeri China mengatakan, kedua negara setuju dalam 14 kesepakatan untuk membangun kerja sama di bidang energi, investasi, keuangan, budaya, dan dirgantara, yang keseluruhannya meliputi 35 proyek besar.Dalam acara penandatanganan kerja sama itu, Presiden China Xi Jinping menyatakan kepada Raja Salman, China adalah pasar andalan bagi Arab Saudi untuk ekspor minyak dan kedua negara sudah sepatutnya menjalin kerja sama lebih erat di bidang energi.Pada 2015 China menjadi mitra dagang terbesar bagi Saudi dan negara teluk itu juga menjadi pemasok minyak terbesar bagi China. China saat ini sudah mengambil alih posisi Amerika Serikat sebagai negara pengimpor minyak terbesar di dunia. Data dari 2014 menunjukkan China sebagian besar mendapat pasokan minyak dari Kerajaan Saudi.Meski begitu Rusia dan Iran juga sedang tumbuh pesat dan China juga sudah berinvestasi di kedua negara itu. Riyadh memandang perlu untuk mempertahankan China sebagai pembeli utama minyaknya.Selain itu, Amerika Serikat selama ini dipandang sebagai sekutu lama Saudi, baik dari segi politik dan ekonomi. Namun, janji Donald Trump yang akan menutup diri dari perdagangan global dan mendahulukan kepentingan AS membuat Kerajaan Saudi berubah pikiran, itulah sebabnya Raja Salman ingin mengunjungi Asia terlebih dahulu ketimbang Amerika Serikat.