9 Kota ini bakal miliki sambungan jaringan gas rumah tangga

Kementerian ESDM bersama sembilan daerah menandatangani Nota Kesepahaman tentang penyediaan dan pendistribusian gas bumi melalui jaringan gas bumi untuk rumah tangga. Musi Banyuasin, Bandar Lampung, DKI Jakarta, Mojokerto, Pekanbaru, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Muara Enim, Samarinda dan Bontang.

Syifa Hanifah
Oleh Syifa Hanifah - Reporter
9 Kota ini bakal miliki sambungan jaringan gas rumah tangga
aktivitas distribusi Gas Bumi lewat jaringan pipa. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM bersama sembilan daerah kota/kabupaten menandatangani Nota Kesepahaman tentang penyediaan dan pendistribusian gas bumi melalui jaringan gas bumi untuk rumah tangga.

Sembilan kota/kabupaten itu meliputi Kabupaten Musi Banyuasin, Kota Bandar Lampung, DKI Jakarta, Kota Mojokerto, Kota Pekanbaru, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Kabupaten Muara Enim, Kota Samarinda dan Kota Bontang.

Dirjen Migas Kementerian ESDM IGN Wiratmaja Puja mengatakan dengan adanya jaringan gas bumi untuk rumah tangga memudahkan masyarakat mendapatkan gas tanpa harus membeli gas tabung.

"Dari pengalaman lebih murah tidak perlu nenteng tabung, tengah malam gas habis, suami mengamuk, ini jadi enggak lagi," kata Wirat di Gedung Migas, Jakarta, Rabu (29/3).

Dia beralasan pemilihan kota ini disebabkan tersebut kota-kota tersebut memiliki sumur-sumur gas. "Ada gas disitu dan sekitarnya selama ini kita beli gas dari Qatar, Arab juga elpiji kita sebarkan ke masyarakat. Padahal, di Bontang, Muara Enim dan 9 wilayah ini ada sumur-sumur gas di sekitarnya, dan dengan program Jargas (Jaringan Gas) ini kita tidak perlu impor elpiji kita gunakan gas disana sehingga harga jauh lebih murah dan bersih karena ini gasnya C1 atau methanol," jelasnya.

Dia menargetkan pemasangan jaringan gas ini akan digroundbreaking pada April 2017. Total anggaran yang digunakan sebesar Rp 1,4 triliun.

"Total semuanya sekitar 60.000 saluran Rumah tangga diawal ini dari anggaran tahun 2017. Nilai totalnya Rp 1,4 triliun total anggaran untuk tahun ini," jelasnya.

Sementara itu, kapasitas gas di setiap kota akan berbeda-beda. Rata-rata 0,25 MMSCFD per kota. "Jadi kalau sembilan itu 1,8 MMSCFD atau 2 MMSCFD. Paling besar Bandar Lampung sama Bontang sekitar 10 saluran rumah tangga," pungkas Wirat.

Rekomendasi