Dorong penyaluran KUR, OJK percepat akses keuangan daerah

Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D Hadad mengatakan, selama ini OJK sudah menjalankan beberapa insiatif dalam mendorong program KUR. Seperti dengan meningkatkan percepatan akses keuangan di daerah hingga pemanfaatan program laku pandai.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Dorong penyaluran KUR, OJK percepat akses keuangan daerah
muliaman. dwikisetiyawan.files.wordpress.com

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya agar penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) lebih efektif dan produktif. Salah satunya adalah dengan sosialisasi program KUR di daerah-daerah.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D Hadad mengatakan, selama ini OJK sudah menjalankan beberapa insiatif dalam mendorong program KUR. Seperti dengan meningkatkan percepatan akses keuangan di daerah hingga pemanfaatan program laku pandai.

"Membangun percepatan akses keuangan di daerah, memanfaatkan laku pandai itu bisa dimanfaatkan sebagai sarana untuk mempercepat KUR, saat ini sudah cukup bagus, kita gunakan sebagai sarana sosialisasi termasuk edukasi kepada calon nasabah," kata Muliaman di Jakarta, Selasa (14/2).

Dalam mengembangkan program KUR, OJK bersinergi dengan Menko Perekonomian untuk memastikan lembaga keuangan yang ikut dalam KUR adalah lembaga keuangan yang sehat dan dapat dipercaya mengembangkan perekonomian rakyat.

"Tentu kita memastikan bank yang ikut program KUR adalah bank yang memiliki tingkat kesehatan yang baik kemudian tentu saja dengan inisiatif OJK," sebutnya.

Mengenai perkembangan KUR sendiri, Muliaman menegaskan hingga akhir 2016 berjalan dengan baik. Tercermin dari realisasi KUR tahun 2016 mencapai 94 persen dari target yang sebesar Rp 100 triliun.

Sementara di tahun ini, plafon KUR ditambah sebesar Rp 10 triliun menjadi Rp 110 triliun. Selain itu, Muliaman merinci penyaluran KUR tahun ini akan diarahkan ke sektor produktif seperti pertanian, perikanan, hingga industri pengolahan.

"KUR sudah baik realisasinya tahun ini sektor produktif lebih banyak karena memang tahun lalu lebih banyak ke sektor perdagangan," tukasnya.

Rekomendasi