Dalam 5 tahun, pariwisata Indonesia butuh 2,5 juta tenaga kerja

Dalam 5 tahun, pariwisata Indonesia butuh 2,5 juta tenaga kerja. Pariwisata merupakan salah satu sektor yang sangat cepat dan sangat tinggi menyerap tenaga kerja. Sumber daya manusia untuk bidang pariwisata diminta benar-benar disiapkan terutama sekali tenaga kerja profesional.

Faiq Hidayat
Oleh Faiq Hidayat - Reporter
Dalam 5 tahun, pariwisata Indonesia butuh 2,5 juta tenaga kerja
Pekan Budaya dan Pariwisata Kabupaten Kediri. ©2016 Merdeka.com/imam mubarok

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata, I Gede Pitana, mengatakan Indonesia membutuhkan sedikitnya 2,5 juta tenaga kerja dalam lima tahun mendatang. Dia mengatakan pariwisata merupakan salah satu sektor yang sangat cepat dan sangat tinggi menyerap tenaga kerja."Kita membutuhkan 2,5 juta tenaga kerja. Sekitar 70 persen diantaranya untuk tingkatan pekerja vokasi," ujar Pitana seperti dikutip Antara di Jakarta, Senin (13/2).Oleh karena itu, dia meminta agar sumber daya manusia untuk bidang pariwisata benar-benar disiapkan terutama sekali tenaga kerja profesional."Pariwisata ini adalah ilmu dan kita punya banyak tugas untuk mengembangkan ilmu ini," ungkap Pitana seraya menambahkan selama ini masih jarang pekerja profesional pariwisata yang berlatar belakang pendidikan tinggi spesifik pariwisata.Rektor Universitas Prasetiya Mulya, Djisman S Simandjuntak, mengatakan pertumbuhan industri pariwisata semakin besar jumlahnya di dunia."Layanan 'leisure' ini memang dulu lebih ke arah hedonis sifatnya, bahkan cenderung ke 'sensual leisure'. Namun ada gerakan besar sekarang ini yang menjadikan pariwisata sebagai kultur," jelas Djisman.Dekan Sekolah Bisnis dan Ekonomi Universitas Prasetiya Mulya, Agus W Soeharto, mengatakan pariwisata memang baru diakui sebagai ilmu yang perlu diajarkan di Indonesia pada 2008."Bandingkan di negara-negara maju yang sudah lama menggeluti ilmu ini dan membangun industri pariwisata mereka yang maju pesat," kata Agus.Menurut Agus, tren pariwisata di dunia diwarnai empat fenomena penting. Pertama, komoditasisasi lebih besar yang semakin menantang beberapa pengelola pariwisata karena ruang kegiatan yang lebih luas.Kedua, ekonomi berbagi yang di beberapa tempat memporak-porandakan sistem pemasaran pariwisata konvensional. Ketiga, kemajuan teknologi yang memacu peningkatan dan pengembangan pariwisata, antara lain pemanfaatan "Big Data Analysis" untuk mendalami perilaku konsumen pariwisata.Serta keempat, generasi milenial yang merupakan segmentasi pasar yang menarik.

Rekomendasi