PT Medco Energi Internasional Tbk menuntaskan transaksi akuisisi 50 persen saham PT Amman Mineral Investama, yang memiliki 82,2 persen saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT).
Presiden Direktur Medco Energi, Hilmi Panigoro mengatakan, akuisisi atas NNT tersebut langsung memberikan nilai tambah bagi perseroan.
"Dengan operasi NNT yang berskala dunia, Medco Energi sebagai perusahaan swasta nasional memasuki transformasi menjadi berskala dunia," ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (3/11).
Setelah penuntasan transaksi, saham NNT kini dimiliki Amman Mineral Internasional 82,2 persen dan PT Pukuafu Indah 17,8 persen.
Transaksi akuisisi itu pertama kali diumumkan pada 30 Juni 2016 dan sudah mendapatkan persetujuan pemerintah. Pada saat itu, Medco Energi mengumumkan nilai transaksi akuisisi USD 2,6 miliar atau setara Rp 34 triliun.
Medco Energi bersama AP Investment melakukan transaksi atas Newmont itu dengan dukungan tiga bank BUMN yakni Mandiri, BNI, dan BRI. AP Investment dipimpin Agus Projosasmito, mantan Presiden Direktur Danareksa Securities.
Selesainya akusisi ini, PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) berganti nama menjadi PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT).
Juru Bicara AMNT, Rubi Purnomo mengatakan, Rachmat Makkasau yang sebelumnya Presiden Direktur NNT, kembali ditunjuk menjadi Presiden Direktur AMNT.
Perubahan nama tersebut menyusul telah tuntasnya transaksi akuisisi 82,2 persen saham NNT oleh perusahaan nasional PT Amman Mineral Internasional (AMI).
Dengan selesainya transaksi, pemilik saham NNT menjadi AMI 82,2 persen dan PT Pukuafu Indah 17,8 persen.
Perusahaan mengoperasikan tambang tembaga dan emas Batu Hijau yang berskala dunia di Pulau Sumbawa, NTB. Pada 2015, produksi Batu Hijau mencapai 240 juta lbs tembaga dan 0,3 juta oz emas. Sesuai kontrak karya, NTT juga memiliki cadangan emas dan tembaga yang besar di Elang.