Kementerian Perindustrian optimistis Indonesia mampu menjadi eksportir utama kopi sangrai (roasted bean) di Asia dan dunia. Sebab, Indonesia saat ini menempati peringkat empat negara penghasil kopi terbesar di dunia."Untuk itu, pengembangan industrinya, antara lain melalui peningkatan nilai tambah biji kopi dan peningkatan mutu kopi olahan terutama roasted bean melalui penguasaan teknologi roasting," kata Dirjen Industri Agro Kemenperin, Panggah Susanto, seperti dilansir Antara, Jakarta, Senin (3/10).Panggah menambahkan, upaya lainnya adalah peningkatan kapasitas sumber daya manusia seperti barista, roaster, dan penguji cita rasa (cupper). Kemenperin disebut berkomitmen memacu pengembangan industri pengolahan kopi di dalam negeri melalui berbagai program dan kebijakan strategis.Berdasarkan Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional tahun 2015-2035, industri pengolahan kopi masuk dalam sektor prioritas. Untuk itu, pemerintah terus menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi industri pengolahan kopi melalui kebijakan fiskal dan non-fiskal serta penerapan standar."Diharapkan, industri pengolahan kopi dapat melakukan diversifikasi produk kopi. Tidak hanya sebagai minuman, tetapi dikembangkan dalam berbagai jenis produk lainnya seperti kosmetik, farmasi, dan essen makanan," papar Panggah.Sehingga, lanjutnya, kesinambungan rantai nilai mulai dari petani, industri sampai dengan jasa retail dan cafe berkembang lebih baik dan memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional.Menurut data Kemenperin, sumbangan pemasukan devisa dari ekspor produk kopi olahan mencapai USD 356,79 juta pada 2015 atau meningkat 8 persen dibanding tahun sebelumnya."Ekspor produk kopi olahan didominasi produk kopi instan, ekstrak, esens dan konsentrat kopi yang tersebar ke negara tujuan ekspor utama di ASEAN, RRT, dan Uni Emirat Arab," tutur Panggah.Sedangkan, nilai impor produk kopi olahan mencapai USD 106,39 juta pada 2015 atau naik sekitar 4 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan negara pengimpor ialah Malaysia, Brazil, India, Vietnam, Italia dan Amerika Serikat."Namun demikian, neraca perdagangan produk kopi olahan masih mengalami surplus sebesar USD 250,40 juta," ujar Panggah.
Pemerintah Jokowi ingin bawa kopi Indonesia rajai pasar dunia
Pemerintah Jokowi ingin bawa kopi Indonesia rajai pasar dunia. Sebab, Indonesia saat ini menempati peringkat empat negara penghasil kopi terbesar di dunia. Berdasarkan Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional tahun 2015-2035, industri pengolahan kopi masuk dalam sektor prioritas.
Rekomendasi