Cost recovery turun, Luhut minta kontraktor pakai produk Indonesia

Dengan ditetapkannya cost recovery menjadi USD 10,4 miliar, Plt Menteri ESDM Luhut Binsar Pandjaitan meminta agar kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) menggunakan produk dalam negeri. Tujuannya, agar sektor industri di Indonesia bisa berkembang.

Syifa Hanifah
Oleh Syifa Hanifah - Reporter
Cost recovery turun, Luhut minta kontraktor pakai produk Indonesia
Luhut Binsar Panjaitan. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI telah menyetujui usulan Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait cost recovery sebesar USD 10,4 miliar dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2017.

Dengan ditetapkannya cost recovery tersebut, Plt Menteri ESDMLuhut Binsar Pandjaitanmeminta agar kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) menggunakan produk dalam negeri. Tujuannya, agar sektor industri di Indonesia bisa berkembang.

"Semua yang digunakan KKKS, kalau dia sudah diproduksi dalam negeri harus menggunakan dalam negeri. Kedua, di Peraturan Menteri Perindustrian itu kalau 12 persen harganya masih lebih mahal dari lokal itu boleh digunakan," kata Luhut di di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (22/9).

Dia menambahkan, turunnya cost recovery tidak akan berdampak pada efisiensi anggaran. Bahkan, pihaknya bisa menghemat anggaran lebih besar.

"Tidak ada. Tambah bagus uang kita tambah hemat, bisa 15 persen. Sekarangkan USD 10,4 miliar tahun depan bisa Rp 1,2 miliar dihemat. Ini banyak itemnya mulai bikin pipanya, tapi kan tempatnya ini beda beda," imbuhnya.

Rekomendasi