Menperin: Infrastruktur industri RI kalah jauh ketimbang Thailand

Menteri Perindustrian Airlangga Hartato, mengakui Indonesia saat ini sangat jauh tertinggal dengan negara-negara di ASEAN seperti Thailand dan Vietnam. Harga gas untuk Industri di Indonesia memang terbilang mahal. ‎Indonesia menjual harga gas di kisaran USD 8-10 per meter kubik (MMbtu).

Hana Adi Perdana
Oleh Hana Adi Perdana - Reporter
Menperin: Infrastruktur industri RI kalah jauh ketimbang Thailand
airlangga hartarto. ©blogspot.com

Menteri Perindustrian Airlangga Hartato, mengakui Indonesia saat ini sangat jauh tertinggal dengan negara-negara di ASEAN seperti Thailand dan Vietnam. Ketertinggalan itu dalam infrastruktur perindustrian yakni gas dan listrik.

"Negara yang bersaing dengan Indonesia itu Thailand dan Vietnam. Kalau saya beri nilai, harga gas Thailand 100, Vietnam 120, Indonesia 170," ujar Airlangga di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (20/9).‎

Selain itu, rasio elektrifikasi di Indonesia juga masih kalah dari Thailand dan Vietnam‎. "Kita kalah dari Thailand dan Vietnam. Ini baru energi, belum dwelling time dan yang lain. Dwelling time baru di Jakarta saja kan, belum yang lain," jelasnya.

Sekedar informasi, harga gas untuk Industri di Indonesia memang terbilang mahal. ‎Indonesia menjual harga gas di kisaran USD 8-10 per meter kubik (MMbtu). Sementara Singapura menjual dengan harga USD 4 per MMbtu, Malaysia USD 4,47 per MMbtu, Filipina USD 5,43 per MMbtu dan Vietnam sebesar USD 7,5 per MMbtu.

Untuk rasio elektrifikasi, Indonesia baru mencapai 88,3 persen. Jauh dibanding dengan Thailand yang sudah 99,3 persen, Singapura 100 persen, Malaysia 99 persen dan Vietnam sebesar 98 persen.‎

Rekomendasi