Sekelumit kisah miris Merpati hingga ditargetkan terbang tahun depan

Pegawai Merpati disebut sampai ada yang sakit sampai meninggal karena gaji tak kunjung dibayar.

Bimo Pratomo
Oleh Bimo Pratomo - Reporter
Sekelumit kisah miris Merpati hingga ditargetkan terbang tahun depan
Merpati. ©2013 Merdeka.com

Pemerintah menargetkan maskapai penerbangan PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) akan kembali beroperasi secara penuh pada tahun 2017. Nantinya pengoperasian ini seiring dengan tuntasnya restrukturisasi usaha yang dijalankan perseroan."Kita berharap 2017 sudah bisa terbang, dengan syarat dalam sisa waktu satu tahun ini sudah mendapat izin privatisasi dari Kementerian Keuangan dan mendapatkan investor yang bersedia masuk ke Merpati," kata Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha, Kementerian BUMN Aloysius K. Ro seperti dilansir Antara.Seperti diketahui, Merpati Nusantara berhenti terbang sejak Januari 2014. Operasinya berhenti karena Merpati terjerat utang hingga Rp 7,3 triliun.Menurut Aloysius, sejak berhenti beroperasi pada Februari 2014, saat ini proses restrukturisasi Merpati sedang berlangsung, mulai penyelesaian merumahkan sekitar 1.500 karyawan. Bersamaan dengan itu, pemerintah sebelumnya juga memberi suntikan dana dalam bentuk Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk menuntaskan restrukturisasi usaha sekitar Rp 400 miliar.Meski mendapat suntikan dana, tak lantas membuat Merpati keluar dari permasalahan. Kesedihan masih menyelimuti langit perusahaan pelat merah ini.

Ketua Tim Penuntut Hak PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) Sudiarto mempertanyakan besaran dana Pemerintah buat program pemulihan maskapai pelat merah tersebut. Menurut dia, jumlah Rp 350 miliar melalui Kementerian Koordinator Perekonomian bakal tak akan cukup memenuhi hak 1.400 bekas karyawan."Padahal sebelumnya, manajemen Merpati yang diperkirakan 1.400, sesuai dengan kebutuhan dana mem-PHK seluruh pegawai Merpati sesuai ketentuan adalah sebesar Rp 1,5 triliun, lalu bagaimana mengkonversi nilai segitu dengan jumlah karyawan," ujar Sudiarto.Awak kabin senior PT MNA, Trianggarto meminta perhatian dari pemerintah terkait hak-hak normatif para karyawan. Saat ini, pemerintah belum membayarkan gaji serta biaya-biaya lain termasuk asuransi dan transport karyawan."Kami minta dipenuhi dulu hak-hak karyawan. Kasihan ada yang masuk rumah sakit dan meninggal karena tidak mampu membayar. Untuk itu, ibu menteri kami minta menyelesaikan dengan segera dan tengok keluarga kami karena 17 bulan belum dibayar," ujar dia yang ditemui di Kementerian BUMN.Menteri BUMN era Presiden SBY, Dahlan Iskan, mengatakan dirinya sampai dipusingkan untuk mencari seseorang yang mau memimpin Merpati keluar dari kebangkrutan. "Kalau diganti mau apa merpati, itu bukan soal diganti, siapa yang mau jadi Dirut Merpati?" ujar Dahlan.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan beban keuangan Merpati sudah dalam kondisi kronis. Di samping tidak mempunyai aset untuk dijual sebagai modal pembayaran gaji karyawan, Merpati juga masih memiliki utang pembelian pesawat. Selain itu, jangka waktu membayar cicilan pesawat-pesawat tersebut masih panjang."Bukan soal Merpati, pesawat ini kan dibeli dengan kredit pemerintah. Maka akan diselesaikan dengan pabrik pesawatnya," tutur JK.Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil saat masih menjabat menteri koordinator perekonomian mengaku berat untuk menghidupkan kembali Merpati Nusantara Airlines. "Kalau menurut saya Merpati harus diselesaikan secara tuntas karena sekarang agak berat kalau Merpati dihidupkan kembali," ujar dia.Menurut dia, kompetisi perusahaan penerbangan sangat luar biasa. Sehingga, kata Sofyan, tidak memungkinkan untuk Merpati dihidupkan kembali."Jadi harus dicarikan jalan bagaimana bisa menyelesaikan masalah ini one for all. Nanti kita lihat usulan Menteri BUMN," pungkas dia.Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia pesimis dengan rencana pemerintah untuk hidupkan kembali PT Merpati Nusantara Airlines (MNA). Alasannya maskapai pelat merah ini menanggung utang mencapai triliunan Rupiah."Boleh saja dihidupkan lagi, tapi utang dihapus dulu," ujar Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Telematika, Penyiaran, dan Ristek Ilham Habibie.Dia pun pesimis akan ada investor yang bersedia membayarkan utang tersebut. "Kalau investor suruh bayar itu, tidak bakalan ada yang mau. Mending buat beli lisensi saja," kata dia.Selain itu, kata Ilham, pesawat milik Merpati banyak yang tidak bisa diterbangkan lagi. Menurut dia, jika ada investor yang berminat, investor tersebut hanya akan membeli pesawat yang masih memiliki kondisi yang baik."Jadi, belum tentu ada yang mau beli Merpati punya aset. Untuk mendapatkan lisensi, kan tidak sulit asalkan punya lima pesawat," pungkas dia.

Rekomendasi