Jeroan impor asal Australia banjiri pasar tradisional

Jeroan impor sudah masuk pasar tradisional sejak sebelum Lebaran.

Syifa Hanifah
Oleh Syifa Hanifah - Reporter
Jeroan impor asal Australia banjiri pasar tradisional
Jeroan asal Australia. Syifa©2016 Merdeka.com

Pemerintah Jokowi-JK membuka izin impor daging sapi jeroan yang sebelumnya sempat dilarang. Pantauan merdeka.com di Pasar Senen, Jakarta Pusat, jeroan impor sudah membanjiri lapak-lapak pedagang.

Salah satu pedagang jeroan di Pasar Senen, Pais mengatakan, jeroan impor yang sudah masuk pasar adalah bagian pipi dan bibir sapi, berasal dari Australia.

"Baru ada bagian Kepala sapi yang terdiri dari bagian pipi dan bibir sapi, Paru juga sudah masuk. Ini sudah masuk dari sebelum Lebaran. Asalnya dari Australia," jelas pria asal Jawa Barat tersebut.

Jeroan asal Australia Syifa©2016 Merdeka.com


Untuk bagian pipi dan bibir sapi impor dijual dengan harga Rp 60.000 per kg dan untuk paru dijual Rp 70.000 per kg. Menurutnya, jeroan bagian ini biasanya diminati para pembeli sebagai bahan baku hidangan soto dan gulai di rumah makan maupun restoran besar.

"Yang beli mah ada saja, harganya juga hampir sama seperti lokal, engga beda jauh, yang lokal paru kita jual Rp 65.000 sampai Rp 70.000 tapi kalau beli banyak bisa kita turunin harganya. Biasanya yang beli untuk dagang kalau buat konsumsi sendiri mah jarang," ucapnya.

Hal serupa juga benarkan oleh pedagang lain yang bernama Santibi. "Iya sudah ada tapi untuk bagian kepala sapi saja, dari Australia sebelum Lebaran juga udah masuk," katanya saat berbincang dengan merdeka.com

"Kalau imporkan beku, jadi kalau kelamaan di luar jadi cair, warnanya juga pucat, kalau engga abis kita masukin ke freezer besok kita jual lagi," tambahnya

Untuk di pasar Senen sendiri harga jeroan di jual bervariasi, untuk babat Rp 30.000, hati Rp 60.000 dan paru Rp 65.000 per kg.

Rekomendasi