BPS: Status pembangunan manusia Indonesia stagnan sejak 2010

IPM Indonesia pada 2015 mencapai 69,55, angka ini meningkat sebesar 0,65 poin dibandingkan pada 2014 sebesar 68,90.

Siti Nur Azzura
Oleh Siti Nur Azzura - Reporter
BPS: Status pembangunan manusia Indonesia stagnan sejak 2010
Ilustrasi pelamar kerja. ©shutterstock.com/Dan Bannister

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat indeks pembangunan manusia (IPM) Indonesia pada 2015 mencapai 69,55, angka ini meningkat sebesar 0,65 poin dibandingkan pada 2014 sebesar 68,90. Hal ini menunjukkan keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia di Tanah Air terus mengalami perbaikan.Kepala BPS Suryamin mengatakan sejak 2010, IPM Indonesia mengalami peningkatan dari 65,53 menjadi 69,55 di 2015. Selama periode tersebut, IPM Indonesia rata-rata tumbuh 0,91 persen per tahun."IPM ini menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan sebagaimana," kata Kepala BPS Suryamin di Kantornya, Jakarta, Rabu (15/6).Dia menambahkan, meski selama periode 2010-2015 IPM Indonesia menunjukkan peningkatan, namun status pembangunan manusia Indonesia masih stagnan. Hingga saat ini, pembangunan manusia Indonesia masih berstatus sedang, masih sama sejak 2010."Meski masih berstatus sedang, namun angka IPM ini sudah melampaui target asumsi makro 2015 dalam APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) 2014 yang sebesar 69,4," imbuhnya.Sementara itu, komponen pembentuk IPM juga meningkat, seperti peluang hidup bayi yang baru lahir sebesar 70,78 tahun, meningkat 0,19 dari tahun sebelumnya; peluang sekolah anak-anak usia 7 tahun selama 12,55 tahun, meningkat 0,16 tahun dibandingkan 2014.Sedangkan, penduduk usia 25 tahun ke atas secara rata-rata telah menempuh pendidikan selama 7,84 tahun, meningkat 0,11 tahun dibandingkan 2014. Untuk pengeluaran per kapita masyarakat juga telah mencapai Rp 10,14 juta pada 2015, meningkat Rp 247 ribu dibanding 2014.

Rekomendasi