PT PLN (Persero) Distribusi Tangerang dan Jakarta Raya (Disjaya) secara resmi mulai mengoperasikan mesin Horizonal Directional Drilling (HDD). Dengan peralatan ini, pekerjaan penanaman kabel tegangan menengah 20 kilovolt (kV) bisa dilakukan tanpa melakukan galian yang terlalu panjang.
General Manager PLN Disjaya Syamsul Huda mengatakan, selain mengurangi galian dalam, penggunaan mesin HDD diharapkan dapat mempercepat pelaksanaan pembangunan infrastruktur megaproyek kelistrikan 35.000 Megawatt (MW).
"Ini juga dapat percepat pembangunan 35.000 MW dan mendukung pelaksanaan program Jakarta Smart City yang digagas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta," kata Syamsul Huda dalam keterangan tertulis, Jakarta, Minggu (4/6).
Dia menjelaskan mesin HDD memiliki kemampuan pengeboran dari titik awal hingga titik akhir bor kurang lebih 300 meter. Mesin ini membutuhkan sedikitnya 12 orang operator yang terdiri dari koordinator, pengemudi mesin, tracer mata bor, mixing air dan obat bentonaite, penyambung pipa HDPE, mobilisasi dan penggantian mata bor serta pipa rod.
Penggunaan mesin HDD diprioritaskan di jalan Jakarta yang memang sering dilewati kendaraan. Sebab, jika hanya dilakukan manual, seringkali menimbulkan kemacetan.
"Pengoperasiannya nanti tersebar di seluruh Jakarta. Diprioritaskan di tempat yang ramai, biar nanti pakai alat ini tidak macet," jelas dia.
Syamsul berharap kebijakannya ini menginspirasi bagi PLN daerah lainnya agar kinerja PLN semakin efektif dan memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat.
"Dengan HDD ini bisa bekerja lebih efektif, kita bisa melakukan operasi sendiri dan tidak ada ketergantungan lagi dengan kontraktor. Harapannya teman-teman juga mulai menggunakan metode ini," pungkas Syamsul.
Hal ini merupakan tindak lanjut nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang dilakukan PLN bersama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Sebab Pemprov DKI Jakarta sendiri melarang penggalian kabel secara terbuka.
Pada 2015, peran industri TPT terhadap total PDB juga mengalami penurunan dari sekitar 1,32 persen pada 2014 menjadi sekitar 1,21 persen. Pada 2016 ini, diharapkan peran industri TPT terhadap total PDB mengalami peningkatan setidaknya menjadi 1,30 persen.