Lion Air mengungkapkan penundaan pelayanan penerbangan selama satu bulan untuk 217 frekuensi untuk rute domestik dan 10 frekuensi rute internasional yang dialami pihaknya juga kerap dilakukan maskapai lain. Penundaan dilakukan Lion Air akibat sepinya penumpang di sejumlah rute tersebut serta berkurangnya jumlah pilot pasca insiden pemogokan beberapa waktu lalu.Public Relation Manager Lion Air Andy M Saladin mengatakan pengurangan frekuensi atau jadwal pada beberapa rute penerbangan Lion Air adalah normal dan selalu dilakukan oleh setiap maskapai pada saat menjelang atau awal-awal bulan puasa."Ini karena pada periode tersebut merupakan masa low season di mana aktivitas perjalanan dengan pesawat udara terjadi penurunan. Pengurangan frekuensi dan jadwal penerbangan seperti ini normal dilakukan setiap tahun oleh seluruh maskapai," ujarnya di Bangkok, akhir pekan ini.Sebelumnya, Direktur Umum Lion Air Edward Sirait mengatakan pihaknya telah menyampaikan surat pengajuan tersebut pada 16 Mei lalu ke Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan."Jangan diartikan bahwa penundaan rute ini karena kami mendapatkan sanksi, tetapi karena memang 'low season' menjelang bulan Ramadhan," ucapnya.Edward mengatakan rute-rute yang mengalami penundaan termasuk juga rute-rute sibuk.Direktur Operasi Lion Air, Daniel Putut mengatakan, rute-rute yang terkena penundaan, contohnya Jakarta-Makassar dan Jakarta-Kualanamu, sementara untuk rute internasional, meliputi rute Jakarta-Singapura dan Kualanamu-Penang."Dari Jakarta-Kualanamu itu ada 19 frekuensi, itu salah satu yang kita kurangi," ujarnya.
Tunda 227 rute, Lion Air sebut maskapai lain juga kerap melakukan
Lion Air menegaskan pengurangan frekuensi atau jadwal pada beberapa rute penerbangan adalah normal.
Rekomendasi