OJK: Investasi saham Rp 100 juta di 2006, sudah naik 2 kali lipat

"Investasi di 2006 Rp 100 juta dan 10 tahun kemudian, nilainya sudah dua kali lipat lebih," ujar Nurhaida.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
OJK: Investasi saham Rp 100 juta di 2006, sudah naik 2 kali lipat
OJK: Investasi saham Rp 100 juta di 2006, sudah naik 2 kali lipat

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) setiap waktu terus mengalami kenaikan. Merujuk data OJK, rata rata perdagangan harian IHSG di 2006 hanya berada di level 2.000-an. Sedangkan kini IHSG sudah berada di level 4.829.

Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Nurhaida mengatakan, jika seseorang investasi uang Rp 100 juta di bursa saham pada 2006 silam, maka nilainya saat ini sudah menjadi Rp 200 juta lebih. Dengan catatan, orang tersebut tidak mengambil uang tersebut di tengah tahun.

"Investasi di 2006 Rp 100 juta dan 10 tahun kemudian jika terus 'keep' sekarang nilainya sudah dua kali lipat lebih," kata Nurhaida dalam acara FGD OJK di Bandung, Sabtu (16/4).

Menurut Nurhaida, banyak masyarakat Indonesia yang belum memahami keuntungan pasar modal. Bursa saham padahal terus tumbuh walaupun pernah mengalami penurunan di 2008 silam saat krisis global yang dipicu kredit perumahan di Amerika Serikat.

"Dari 2006 sampai 2016 itu bursa saham terus tumbuh walapun turun di 2008 karena krisis. Secara keseluruhan atau tren dalam 10 tahun terus tumbuh," jelas dia.

Dari data OJK, IHSG sudah naik 5,15 persen (ytd) per 12 April 2016. Nilai rata-rata perdagangan saham harian mencapai Rp 5,65 trliun dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp 5.126 triliun.

Melihat perkembangan bursa saham ini, Nurhaida mengajak masyarakat agar mulai melirik investasi di pasar modal atau bursa saham. Nurhaida sendiri mengakui partisipasi masyarakat Indonesia di pasar modal masih sangat minim.

"Sekarang masyarakat yang investasi masih sangat sedikit. Kita ajak masyarakat agar mulai investasi di bursa saham," pungkas dia.

Rekomendasi