Indonesia Property Expo 2016 kembali di gelar di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta. Acara ini merupakan salah satu pameran properti terbesar di Indonesia.
Setidaknya ada 660 proyek yang dipasarkan, dari 209 pengembang yang ikut berpartisipasi. Lokasi proyek pun tersebar di seluruh penjuru negeri, mulai dari Jabodetabek, Bandung, Surabaya hingga Bali.
Pantauan merdeka.com di lokasi, untuk rumah-rumah subsidi (FLPP) ditempatkan pada sisi khusus lebih tepatnya di bagian timur hall B JCC, dan di area ini para pengembang memasarkan rumah terjangkau mulai harga Rp 100 jutaan.
Beberapa rumah murah tersebut menawarkan cicilan per bulan hingga per harinya dengan nominal serendah mungkin. Pertama, Grand Sutera yang berlokasi di Leuwiliang Bogor. Perumahan ini dijual dengan harga Rp 133 juta melalui mekanisme program subsidi. Rumah ini memiliki tipe 36/60.
"Uang muka untuk rumah ini sekitar Rp 20 juta, sudah termasuk biaya surat-surat. Jadi hitungannya cicilan rumah per bulan mulai Rp 800.000 untuk 20 tahun, Rp 900 ribu untuk 15 tahun dan Rp 1,2 juta untuk 15 tahun," ujar Sales Marketing Gran Sutera Iis Sri Rahayu kepada merdeka.com, Jakarta, Rabu (17/2).
Kedua, perumahan Grand Sutera Serang yang berlokasi di Serang, dengan harga jual sekitar Rp 116 juta bertipe 32/60. Mengenai uang muka, justru lebih murah sekitar Rp 11 juta. "Cicilan perbulan sekitar Rp 700.000 untuk 20 tahun," jelas dia.
Ketiga, Graha Mampang mas yang berlokasi di Pancoran Mas-Depok dengan luas 40/72. Harga jual rumah ini sekitar Rp 500 juta dengan uang muka Rp 55 juta. Dalam pameran ini pengembang memberikan diskon uang muka hingga puluhan juta.
"Kami cicilan sebulan mulai Rp 130.000 per hari," ujar Sales Marketing Graha Mampang Mas Sri Wahyuni.
Dan terakhir, Bukit Mekar Wangi yang memiliki lokasi strategis di area pintu tol Sentul Selatan dan berdekatan dengan Stasiun Cilebut. Perumahan ini menawarkan harga promo sekitar Rp 325 juta dengan tipe 24/72. Bahkan, cicilan per hari hanya Rp 80 ribu.