Wajar menteri Jokowi kaget dengar hengkangnya Panasonic & Toshiba

"Dinas perindustrian selama ini tak mampu bekerja dengan baik."

Pramirvan Datu Aprillatu
Wajar menteri Jokowi kaget dengar hengkangnya Panasonic & Toshiba
perakitan TV Toshiba LED . ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyebut dua perusahaan elektronik asal Jepang yaitu Panasonic dan Toshiba telah gulung tikar dan hengkang dari Indonesia. Dia menyebut, pemerintah belum mengetahui prihal masalah ini.

"Itu saya kira hal yang wajar yah, kalau Pemerintah selalu terlambat, karena yah apa dinas-dinas perindustrian selama ini tak mampu bekerja dengan baik, melihat gejolak di lapangan," ujarnya saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (2/2).

Said Iqbal menyebut, Kementerian Perindustrian dan Kementerian ketenagakerjaan punya birokrasi yang rumit untuk diajak berdiskusi. Padahal, Said Iqbal selama ini sudah menampung keluhan-keluhan buruh pabrik paling awal.

"Soal ini, saya tekankan Pemerintah punya jalur administrasi yang rumit. Mulai dari surat rekomendasi ketenagakerjaan dan harus sampai ke perindustrian membutuhkan waktu yang lama," katanya.

Para buruh akhirnya punya kencenderungan untuk tak melapor ketika adanya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) ketika kedua pabrik ini tutup. Ditambah, katanya pemerintah lamban dalam 'menjemput bola' pada masalah penutupan pabrik tersebut.

"Selama ini kita tak pernah lihat adanya utusan dari dinas-dinas ketenagakerjaan dan perindustrian sendiri. Saya kira wajar kalau menteri-menteri presiden kaget melihat adanya masalah ini," tuturnya.

Rekomendasi