Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengaku sudah mendapatkan laporan adanya pengurangan 1.500 pegawai Chevron Indonesia. Pengurangan tersebut disinyalir karena anjloknya harga minyak dunia hingga di bawah USD 40 per barel.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM, I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja menjelaskan, PHK yang dilakukan Chevron bukan karena perusahaan tersebut tidak memiliki proyek di Indonesia. Namun, kata dia, perampingan tersebut dilakukan lantaran adanya penggabungan proyek yang berada di Kalimantan dan Sumatera.
"Mereka (Chevron) PHK bukan enggak ada proyek, tapi gabungkan (proyek) Sumatera dan Kalimantan. Mereka ada perampingan organisasi, ada overlapping posisi," ujar dia di kantornya, Jakarta, Jumat (29/1).
Dia mengaku telah berdiskusi langsung dengan perusahaan-perusahaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk tidak melakukan PHK terhadap karyawan atas dasar anjloknya harga minyak dunia. Sejauh ini, lanjut Wirat, hanya Chevron sudah menginformasikan adanya PHK karyawan.
"Kita minta dioptimalkan. Kalau bisa natural saja. Kalau pensiun, ya pensiun. Mereka minta moratorium pegawai baru. Pegawai baru ini dikurangi. Moratorium pegawai baru, bisa kami maklumi tahun ini. Tahun depan kalau bagus (harga minyak), mereka akan terima (pegawai)," pungkas dia.