Di tengah kemarau panjang, RI tetap mampu ekspor komoditas pangan

Pemerintah mengaku telah melakukan koordinasi untuk mengantisipasi perubahan cuaca ini.

Fikri Faqih
Oleh Fikri Faqih - Reporter
Di tengah kemarau panjang, RI tetap mampu ekspor komoditas pangan
panen padi. shutterstock

Indonesia tengah terdampak perubahan cuaca ekstrem (El Nino) yang menyebabkan kemarau pada tahun ini lebih panjang dibandingkan sebelumnya. Pemerintah menyebut kondisi ini menyebabkan permasalahan yang berbeda-beda di daerah.Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengungkapkan, pihaknya telah mendapatkan laporan dari daerah terkait keluhan kurangnya kebutuhan ‎bahan pokok, seperti beras. Tapi tidak semua daerah merasakannya. Terbukti Sulawesi Selatan mampu tetap melakukan ekspor 10 komoditas pangan."Bervariasi, misalnya Riau sekarang harus dipasok (beras) untuk dua kabupaten, Lingga sama Anambas karena kalau enggak‎ awal Desember sudah ada gelombang (laut) tinggi yang membuat susah (distribusi)," ujarnya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (2/11).Menurutnya, pemerintah melalui Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pertanian telah melakukan koordinasi untuk mengantisipasi perubahan cuaca ini.Tetapi langkah-langkah yang diambil tetap harus melibatkan Badan Urusan Logistik (Bulog). Sebab, perusahaan pelat merah tersebut yang akan melakukan pengecekan mengenai stok dan kebutuhan masyarakat."Kuncinya di Bulog sebagai lembaga yang mengecek dengan benar. Kalau enggak tata niaga kita, kuota tidak jelas," terangnya.Politisi PDI Perjuangan ini menambahkan, permasalahan kemarau panjang ini sebenarnya tidak hanya dihadapi Indonesia saja.‎ "Ternyata dampak El Nino bukan hanya di negara kita tapi dibeberapa negara. Thailand dan Vietnam," tutup Tjahjo.

Rekomendasi