Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat atau Federal Reserves (the Fed), Janet Yellen harus menjalani perawatan medis setalah menyampaikan pidato di University of Massachusetts di Amherst, Kamis(24/9). Bos bank sentral AS tersebut ternyata dehidrasi dan kehausan saat pidato panjang soal inflasi, kebijakan moneter serta suku bunga acuan.
Dilansir dari CNBC, Yellen sempat berhenti sejenak ketika pidato dan batuk beberapa kali. Yellen akhirnya menyudahi pidato dan turun dari panggung untuk diperiksa tim medis.
"Yellen merasa dehidrasi pada akhir pidato panjang di bawah lampu terang," isi kutipan keterangan The Fed dikutip CNBC, Jumat (25/9).
Yellen berpidato selama lebih kurang satu jam dan kemudian mengatakan dia akan menyudahinya. Yellen mengaku pusing, tapi kembali pulih setelah duduk dan minum air.
Janet Yellen adalah salah satu perempuan paling berpengaruh di dunia. Di tangan Janet Yellen, nasib keuangan dunia.
Mulai menguatnya perekonomian Amerika Serikat sejak krisis 2008 membuat beberapa negara merasakan dampak negatifnya, mulai dari mata uang melemah terhadap dolar Amerika hingga lambatnya pertumbuhan ekonomi. Nasib perekonomian banyak negara, terutama negara berkembang, seolah olah berada pada mulut Yellen.
Dilansir dari CNN Money, terdapat potensi kerugian ataupun keuntungan triliunan dolar hanya gara-gara setiap kata yang dikeluarkan oleh Yellen. Setiap kata yang Yellen ucapkan, investor akan menafsirkan dengan berbagai macam arti, sehingga menentukan transaksi keuangan dunia.
Harapan Yellen sebenarnya tidak menginginkan kondisi pasar uang ricuh dengan kata-katanya. Maka dari itu, dia sering menyampaikan kebijakan terbaru Bank Sentral Amerika dengan nada monoton untuk menghindari kata-kata atau intonasi yang menimbulkan kericuhan di pasar uang.