Adhi Karya perkirakan proyek LRT bakal habiskan dana Rp 26 T

"Waktu itu belum ditambah tugas Bogor dan Grogol itu saja sudah kurang lebih Rp 12 triliun."

Saugy Riyandi
Oleh Saugy Riyandi - Reporter
Adhi Karya perkirakan proyek LRT bakal habiskan dana Rp 26 T
lrt. ©2015 wikimedia.org

PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) saat ini tengah menghitung besaran nilai proyek Light Rail Transit (LRT) yang dibangun dalam dua tahap. Hasil sementara, proyek tersebut diperkirakan menelan dana hingga mencapai Rp 26 triliun.

Direktur Utama Adhi ‎Karya Kiswodarmawan mengatakan saat ini perseroan bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sedang duduk bersama untuk menghitung semua besaran nilai pengerjaan LRT dua tahap ini. Dalam jangka waktu tiga bulan, perhitungan ril nilai proyek akan didapatkan.

"Negara inginnya efisien. Waktu itu belum ditambah tugas Bogor dan Grogol itu saja kurang lebih Rp 12 triliun sampai Dukuh Atas," ujar Kiswo yang ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa (22/9).

Sementara itu, Direktur II Adhi Karya BEP Adji Satmoko mengatakan proyek LRT tahap pertama akan diambil alih langsung oleh Adhi Karya. Namun, Adhi Karya tetap mengikuti perintah pemerintah dalam proyek tersebut.

"Hormati penugasan, Perpresnya jatuh ke Adhi. Bahkan bisa ditambah kalau penambahan jalur, sepertinya ada. Belum semua, Anda orang selatan belum dapat fasilitas, Timur juga ada.‎ Desember sudah dapat nilainya," kata dia.

Sebagai informasi, pembangunan LRT dilakukan secara bertahap, dengan total lintasan sepanjang 83,6 kilometer (km) yang terdiri dari tiga lintas pelayanan. Tahap I, meliputi layanan Cibubur-Cawang, Bekasi Timur-Cawang, Cawang-Dukuh Atas, dengan 18 stasiun dan panjang 42,1 km.

Sedangkan, tahap II, Cibubur-Bogor, Dukuh Atas-Palmerah-Senayan, dan Palmerah-Grogol dengan panjang 41,5 km.

Rekomendasi