Indonesia dan Malaysia sama-sama dihantui perlambatan perekonomian. Presiden Joko Widodo maupun PM Malaysia Najib Razak sama-sama mengambil langkah mengeluarkan paket kebijakan penyelamatan ekonomi.
Salah satunya di sektor pariwisata yang diharapkan bisa menggenjot roda perekonomian. Najib Razak fokus pada promosi pariwisata dengan tujuan menarik sebanyak-banyaknya wisatawan asing ke Malaysia.
Dia mempromosi pariwisata Malaysia di ASEAN, China dan India. Najib menyediakan dana RM 80 miliar untuk kegiatan promosi wisata Malaysia.
Tambahan alokasi dana ini telah diumumkan Najib Razak untuk meningkatkan perekonomian melalui sektor pariwisata. Selain itu, Najib juga akan memberikan bebas visa untuk turis China mulai dari 1 Oktober hingga 31 Maret mendatang.
"Selanjutnya sistem e-visa akan diperkenalkan untuk memfasilitasi penerbitan visa untuk wisatawan dari negara luar yang mau berkunjung ke Malaysia," ucap Najib seperti dilansir dari media Thestar, Selasa (15/9).
Najib mengatakan, pihaknya juga akan mengembangkan pariwisata ikonik Malaysia. Termasuk di dalamnya meremajakan Museum Nasional, Monumen Nasional serta perawatan Perdana Lake Gardens.
"Konektivitas antara tempat wisata juga akan ditingkatkan dan kita siapkan dana RM 1,1 miliar," katanya.
Selain itu, Najib juga akan mengembangkan tujuan wisata baru seperti Desaru Coast Destination Resort di Johor. Ini merupakan proyek pengembangan terpadu yang terdiri dari hotel, taman hiburan air, pusat konferensi dan pusat perbelanjaan. Tahap pertama pembangunan, pihaknya telah menyediakan dana RM 4,5 miliar.