Para pemimpin Eropa akhirnya sepakat untuk memberikan pinjaman darurat kepada Yunani senilai 7 miliar euro atau USD 7,6 miliar (setara dengan Rp 101,4 triliun). Dana ini akan segera cair untuk menyuntik modal ke perbankan Yunani yang telah tutup sekitar tiga minggu. Selain itu, dana ini juga akan digunakan untuk membayar utang.
Seperti dilansir dari CNN, pencairan dana bisa dilakukan karena parlemen Yunani sudah setuju untuk menerima dana bantuan utang baru dari Uni Eropa dengan total mencapai USD 96 miliar. Parlemen juga sepakat akan melakukan reformasi keuangan seperti yang diminta Uni Eropa.
Rincian pengucuran dana akan dibicarakan dalam minggu ini karena Yunani membutuhkan 2 miliar euro untuk membayar utang ke IMF dan 3,5 miliar euro untuk membayar utang ke bank sentral Eropa. Jatuh tempo pembayaran utang pada Senin, pekan depan.
Selain itu, perbankan Yunani juga membutuhkan dana segar agar tetap bertahan. Pasalnya, permodalan terus tergerus karena nasabah terus mengambil uang di ATM meski telah dibatasi hanya USD 67 per hari.
Pasar khawatir jika Yunani tidak mempunyai uang untuk membayar utang yang jatuh tempo pada Senin depan. Pasalnya, jika tidak membayar Yunani bisa ditendang keluar dari zona euro dan harus kembali menggunakan mata uang lama yaitu Drachma.
Ekonomi Yunani memang berantakan selama beberapa tahun terakhir. Pemerintah menghabiskan dana untuk membayar pensiunan. Selain itu, negara ini juga menutupi anggaran negara dengan utang yang totalnya hingga saat ini mencapai USD 255 miliar atau setara dengan Rp 3.402 triliun. Semua utang ini dalam bentuk pinjaman bailout sejak 2010 silam.
Untuk mengakses pembiayaan lebih lanjut, pemerintah Yunani kini telah sepakat untuk merombak sistem pengeluaran negara dan perpajakan. Pemerintah dan parlemen Yunani menyetujui syarat dari Uni Eropa seperti pemotongan anggaran pensiun dan menaikkan pajak.
Namun, kebijakan ini dianggap tidak populer di Yunani. Sebab, pemerintah terkesan terkesan tunduk pada tuntutan pemberi utang dan mengatur jalannya negara.
Diberitakan sebelumnya, para pemimpin negara Eropa pengguna Euro beberapa waktu lalu telah sepakat untuk membantu Yunani keluar dari kebangkrutan. Mereka akan memberi dana bantuan atau bailout ketiga untuk Yunani. Keputusan ini diambil setelah pimpinan Eropa menggelar rapat maraton di Brussel, Belgia selam 17 jam hingga tengah malam waktu setempat.
Jumlah dana bantuan yang akan dikucurkan ke Yunani mencapai USD 96 miliar atau sekitar Rp 1.280 triliun. Namun, sebelum pencairan Yunani harus memenuhi beberapa syarat, di antaranya pemerintah harus melepas atau menjual aset negara dengan nilai mencapai 50 miliar euro atau USD 55 miliar atau sekitar Rp 733 triliun kepada pengelola aset independen. Pemerintah Yunani disebut bahkan sudah setuju dengan persyaratan privatisasi ini.