PT Pertamina (Persero) berencana bakal mengurangi ketersediaan bahan bakar RON 88 atau Premium di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di pusat kota. Nantinya, perusahaan migas pelat merah tersebut bakal menyediakan bahan bakar pengganti Premium.Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil menilai rencana ini bakal terganjal kondisi kilang di Tanah Air. Pasalnya, kilang Indonesia rata-rata sudah berumur tua."Tapi sekarang belum bisa karena refinary (kilang) kita tua," ujar Sofyan kepada wartawan di Kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (16/4).Namun, Sofyan tetap menyambut baik rencana ini. Asalkan, penghapusan ini hanya ditujukan pada kendaraan pribadi."Saya belum dengar, tapi kalau komersial enggak bermasalah. Kita memang harus hilangkan RON 88 (premium) suatu saat nanti," tuturnya.Sofyan menilai, memang sudah saatnya Indonesia menggunakan bahan bakar standar Eropa yakni RON 92 atau 95 lantaran ramah lingkungan."Kita harus ikuti RON 92, 95 seperti standar Eropa karena baik untuk lingkungan," tuturnya.Sebelumnya, Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi), Sofyano Zakaria menyarankan agar usulan penggantian RON 88 ke RON 92 tidak diputuskan secara tergesa-gesa."Ya memang sudah tua, umurnya (kilang) sudah ratusan tahun, sudah nenek, 110 tahun, sudah masuk itu seharusnya museum record," ungkap Sofyano.PT Pertamina mulai bulan depan secara bertahap akan menghilangkan atau menghapus BBM jenis Premium, khususnya di kota besar di Indonesia. Kebijakan ini diterapkan agar masyarakat secara perlahan bisa beralih dari Premium yang merupakan bahan bakar beroktan rendah."Premium hanya ada di SPBU pinggiran kota dan untuk angkot, mikrolet, dan lain lain. SPBU tengah kota tidak jual lagi Premium," ucap Direktur Pemasaran Pertamina, Ahmad Bambang.Abe panggilan akrabnya mengatakan, Pertamina akan membuat satu jenis BBM dengan kualitas di atas Premium tapi masih di bawah Pertamax. Hal ini dilakukan agar masyarakat mempunyai pilihan dalam mengisi bahan bakar selain Pertamax."Memberi pilihan ke masyarakat serta transisi dari Premium ke yang lebih baik sebelum ke RON 92 (Pertamax)," katanya.Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dulu pernah berencana akan membuat satu jenis bahan bakar di atas Premium yaitu Premix.Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Widjajono Partowidagdo kala itu mengusulkan adanya bahan bakar Premix (premium dan pertamax) yang beroktan 90 (RON 90) agar mobil-mobil kelas mewah tidak menggunakan BBM bersubsidi."Kan, ada orang berpikir, mau pakai BBM non subsidi tapi harganya terlalu tinggi, tapi kalau pakai BBM bersubsidi tidak tega makan subsidinya terlalu besar, maka kenapa kita tidak memberikan pilihan di tengah, yakni campuran antara BBM bersubsidi dan non subsidi, harganya di tengah," ujarnya.
Menteri Sofyan pesimis penghilangan Premium segera terealisasi
Pertamina berencana menghilangkan Premium di kota besar Indonesia mulai bulan depan.
Rekomendasi