Hingga 2022, kawasan pariwisata Tanjung Lesung butuh dana Rp 4,83 T

Hingga 2022, PT Banten West Java Tourism (BWJ) masih akan membangun resort, lapangan golf, hotel, dan residensial.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Hingga 2022, kawasan pariwisata Tanjung Lesung butuh dana Rp 4,83 T
Jokowi di Tanjung Lesung. ©2015 Merdeka.com/Putri

Presiden Joko Widodo bakal meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata Tanjung Lesung, Banten, hari ini. Kawasan itu dikelola oleh PT Banten West Java Tourism (BWJ).

Anak usaha PT Jababeka itu masih membutuhkan investasi sebesar Rp 4,83 triliun untuk mengembangkan Tanjung Lesung. Sebab, BWJ menargetkan dalam kurun tujuh tahun ke depan bakal membangun sedikitnya empat resort, lapangan golf, hotel, dan pemukiman.

"Dibukanya KEK Tanjung Lesung akan membawa efek domino ekonomi yang lebih luas termasuk mempercepat aliran investasi di Banten," kata Presiden Direktur Jababeka-BWJ S.D Darmono, di Tanjung Lesung, Banten, Senin (23/2).

Darmono meyakini, Tanjung Lesung berpotensi menjadi magnet investasi cukup besar. Untuk memaksimalkan itu, pemerintah telah memberikan sejumlah insentif bagi investor di Tanjung Lesung.

"Selain membangun fasilitas infrastruktur jalan di bagian Selatan Banten untuk menuju Tanjung Lesung, pemerintah juga memberikan insentif pajak (fiskal) maupun non diskal," tegasnya.

Darmono menyebut, pihaknya membuka Tanjung Lesung untuk investor. Sejauh ini sudah ada lima investor di Tanjung Lesung. Yaitu Tanjung Lesung Beach Hotel, Kalicaa Villa, Beach Club, Sailing Club dan Legon Dadap Village.

"Dari total 1.500 hektare lahan yang kami kelola di KEK Tanjung Lesung, baru 20 persen telah digunakan, sehingga masih terbuka lebar pintu bagi investor lain."

Rekomendasi