Ketersediaan infrastruktur berkualitas menjadi mesin penggerak percepatan laju perekonomian nasional sekaligus peningkatan daya saing. Pemerintahan Jokowi-JK berjanji menggenjot pembangunan infrastruktur.
Namun, dari tahun ke tahun, pemerintah dihadapkan pada keterbatasan anggaran untuk pembangunan infrastruktur. Saat menghadiri acara CEO Gathering yang diadakan di Kantor BKPM, Jakarta Pusat, Rabu (11/2), Menko Perekonomian Sofyan Djalil menyebut, pemerintahan Jokowi-JK butuh dana ribuan triliun untuk membangun infrastruktur.
"Total investasinya sekitar Rp 5.500 triliun dalam 5 tahun ke depan. Itu untuk membangun infrastruktur," ujar dia di Kantor BKPM, Jakarta, Rabu (11/2).
Pihaknya menyadari, kebutuhan untuk dana pembangunan infrastruktur tidak bisa mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Untuk itu, dia meminta para investor asing ikut menanamkan modalnya di Indonesia.
"Kita percaya pemerintah tidak bisa menyediakan biaya semuanya. Katakan lah bisa seperempat, sepertiga, atau setengahnya," kata dia.
Mantan Menteri BUMN era Presiden SBY ini menambahkan infrastruktur yang jadi prioritas pemerintah antara lain di sektor energi hingga transportasi. Untuk di sektor ntransportasi, lanjut dia, salah satunya pembangunan jalan trans Sumatera dan trans Jawa.
"Kita juga akan membangun Trans Kalimantan rail road," ucapnya.