PT Pelindo I (Persero) memperkirakan total nilai investasi pengembangan pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatera Utara bisa menembus USD 14 miliar atau setara Rp 17 triliun. Sumber pendanaan, sebesar 30 persen dari kas internal dan 70 persen pinjaman perbankan.
Direktur Utama Pelindo I Bambang Eka Cahyana menyebut, pihaknya mengalokasikan dana sebesar USD 400-500 juta untuk pengadaan lahan, pembangunan kawasan industri 1000 hektar di mana 200 hektar akan direklamasi, serta pembangunan terminal transit
"Nantinya pembangunan pelabuhan Kuala Tanjung terdiri dari empat tahap," ujarnya di Hotel JW Marriot, Jakarta, Rabu (21/1).
Tahap pertama, perusahaan akan membangun terminal multipurpose yang diperkirakan dimulai awal Maret 2015 dan rampung pada kuartal I 2018. Konsesi lahan sudah diperoleh dua pekan lalu.
Tahap kedua, pembangunan kawasan industri yang akan dimulai bersamaan dengan terminal multipurpose. Nantinya, perusahaan akan menggandeng PT Perkebunan Nusantara III Persero, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, PT Pupuk Indonesia Persero, PT Pertamina Persero, PT PLN Persero, dan PT Inalum Persero. Tahap ini diperkirakan tuntas pada 2019.
"Kalau tahap I dan II sukses, maka kami akan bangun tahap III dan IV," terang Bambang.
Dia menyebut, tahap III dan IV akan dibangun terminal transit dan kota terintegrasi. "Dengan adanya pelabuhan Kuala Tanjung, maka ekspor dari Sumatera ke India dan negara lainnya lebih cepat," tegasnya.
Dalam kaitan kerja sama dengan Port of Rotterdam, pengelola pelabuhan terbesar di Eropa itu akan memberi masukan soal pengembangan pelabuhan Kuala Tanjung.
Untuk lima tahun ke depan, Pelindo I menyiapkan investasi sebesar Rp 34 triliun. Alokasinya untuk pengembangan pelabuhan Belawan, terminal peti kemas di Dubai, terminal peti kemas di batam, terminal peti kemas Kijang, revitalisasi terminal curah kering Belawan, hingga pembangunan terminal mobil di Belawan.
Managing Director Port of Rotterdam International Roger Clasquin mengakui, pelabuhan Kuala Tanjung sangat potensial. Oleh sebab itu, pihaknya percaya keuntungan yang diperoleh dari industri yang berada di sekitar Kuala Tanjung akan lebih besar lagi.
"Sebelum kami memberikan konsepnya, kami pelajari dulu market setempat. Kami percaya dengan kompetensi yang kami miliki dapat memberikan masukan kepada Pelindo I," singkatnya.