10 Juta masyarakat belum nikmati listrik, mayoritas Indonesia Timur

Indonesia bagian barat, rata-rata rasio elektrifikasi mencapai di atas 80 persen.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
10 Juta masyarakat belum nikmati listrik, mayoritas Indonesia Timur
suku wamena. ©2013 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Tingkat penyaluran atau rasio elektrifikasi listrik di Indonesia masih belum mencapai angka 100 persen. Meskipun Indonesia sudah merdeka 69 tahun, masih banyak rakyat Indonesia di pelbagai daerah yang hidup dalam gelap gulita, terutama mereka di bagian timur Indonesia.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jarman mengatakan, sampai saat ini masih ada jutaan rakyat Indonesia belum menikmati listrik.

"Sampai saat ini rasio elektrifikasi mencapai 84,12 persen. Dari persentase tersebut, masyarakat yang belum menikmati listrik mencapai 10 juta jiwa," ucap Jarman dalam rapat bersama Komisi VII DPR di Senayan, Jakarta, Rabu (21/1).

Meski begitu, Jarman mengakui kondisi saat ini masih jauh lebih baik dari 2011. Dari catatan Jarman, pada 2011 ada 19 juta rakyat yang belum menikmati listrik.

Dari catatan ESDM terungkap daerah yang paling kecil elektrifikasinya yakni Papua yang hanya 43,17 persen. Daerah lainnya adalah NTT dengan rasio elektrifikasi hanya 59,52 persen serta NTB yang hanya 65,57 persen.

Jika melihat Indonesia bagian barat, rata-rata rasio elektrifikasi mencapai di atas 80 persen. Jawa Timur dengan rasio elektrifikasi 83,30 persen, Bali 85,30 persen. Bangka Belitung mencapai 95, 58 persen. Hanya Jakarta yang rasionya mencapai 99 persen.

Dia berdalih kondisi geografis jadi faktor utama sulitnya mengaliri listrik ke wilayah Indonesia Timur. "Di Papua masih minim elektrifikasinya karena daerahnya sangat luas, sementara penduduknya terpencar-pencar tempat tinggalnya," tegasnya.

Pemerintah punya waktu lima tahun untuk merealisasikan janji rasio elektrifikasi nasional mencapai 99 persen. Setiap tahun pemerintah harus menambah rasio elektrifikasi 3 persen.

"Kita meluncurkan program listrik pedesaan. Dengan dana Rp 2,3 triliun per tahun pemerintah membantu pemasangan listrik masyarakat miskin yang tinggal di desa," tutupnya.

Rekomendasi