Target pembangunan Presiden Jokowi pesimistis

Jokowi hanya menargetkan pembangunan tol 1.000 Km di mana kementerian PU-Pera justru menetapkan 1.500 Km.

Novita Intan Sari
Oleh Novita Intan Sari - Reporter
Target pembangunan Presiden Jokowi pesimistis
Jalan tol JORR W2 Utara. ©2013 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) menilai target pembangunan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terlalu pesimis. Pasalnya, presiden Indonesia ke-7 itu hanya menargetkan pembangunan jalan tol sepanjang 1.000 Km dalam lima tahun ke depan.Padahal, kementerian PU-Pera sudah memiliki target pembangunan jalan tol dalam lima tahun sepanjang 1.500 Km."Lima tahun akan datang Pak Presiden targetkan 1.000 Km, namun Pak Menteri PU-Pera (Basuki Hadimuljono) sepanjang 1.500 Km," ujar Kepala Direktur Jenderal Binamarga Djoko Murjanto di Kementerian PU, Jakarta, Senin (5/1).Djoko mengungkapkan, untuk mencapai target tersebut, pada awal 2015 sudah dilakukan penandatanganan perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi sepanjang 61 Km."Penandatanganan ini hanya 61 Km jalan tol ini langkah kecil awal dari satu langkah besar, ini hari kedua 2015 kita sudah tanda tangani 61 Km," jelas dia.Untuk itu pihaknya berharap, akan ada pembangunan jalan tol lainnya, sehingga apa yang telah dicita-citakan Presiden Joko Widodo dapat terealisasikan. "Mudah-mudahan kita bisa tandatangani (Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol) jalan lain," ungkapnya.

Rekomendasi