Orang Kaya India Borong Minyak Venezuela

Reliance milik miliarder Mukesh Ambani jadi pembeli utama minyak Venezuela untuk India. CNBC dan Kpler mengungkap datanya. Trump menyinggung investasi besar.

Cahya Alena Fauza
Oleh Cahya Alena Fauza - Reporter
Orang Kaya India Borong Minyak Venezuela
Mukesh Ambani

Reliance Industries, perusahaan milik miliarder India Mukesh Ambani, tercatat sebagai pembeli terbesar minyak mentah Venezuela di luar Amerika Serikat. Menurut data Kpler yang dibagikan kepada CNBC, lonjakan impor India sangat dipicu oleh pembelian besar-besaran Reliance, dilaporkan Jumat (9/10). Presiden AS Donald Trump juga kerap mendorong India untuk membeli minyak dari Venezuela.

Pada September, impor India atas minyak Venezuela mencapai 257.000 barel per hari, dengan 76% di antaranya dimiliki Reliance Industries. Reliance menyebut kilang Jamnagar sebagai yang terbesar dan paling kompleks di dunia, dengan kapasitas 1,4 juta barel per hari.

Analis Kpler Sumit Ritolia menilai minyak mentah berat dan ekstra berat asal Venezuela sulit diolah dan tidak selalu cocok dengan sistem kilang India. "Komplek Jamnagar milik Reliance telah menjadi pembeli utama minyak Venezuela di India, dan kami kira akan tetap demikian," ujar dia. Ia menambahkan, kompleks Jamnagar sangat terkonfigurasi untuk jenis barel tersebut.

Dorongan Trump ke Perusahaan Miliarder India dan Tekanan Soal Rusia

Pada Maret lalu, Trump mengumumkan Amerika Serikat akan membangun kilang minyak pertama dalam 50 tahun melalui investasi Reliance Industries. Presiden AS itu juga telah menyampaikan terima kasih atas komitmen investasi besar tersebut.

Trump menulis di Truth Social, "INI ADALAH KESEPAKATAN BERSEJARAH SEBESAR US$ 300 MILIAR — YANG TERBESAR DALAM SEJARAH AS." Reliance sendiri merupakan perusahaan paling bernilai di India, dengan kapitalisasi pasar lebih dari US$ 169 miliar, atau sekitar Rp 3.022 triliun.

Di sisi lain, pembelian minyak Rusia oleh India memicu kemarahan di Washington. Anggota parlemen AS memberikan kewenangan kepada Trump untuk memberlakukan tarif hingga 100% terhadap negara-negara yang tetap membeli bahan bakar dari Moskow.

Kendati ada tekanan agar beralih ke pasokan AS dan mengurangi ketergantungan pada Rusia, pemerintah India menegaskan keputusan energi diambil untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar dalam negeri.

Arus Minyak Rusia ke India Masih Mendominasi

Meski pasokan minyak Rusia ke India pada September melandai dari puncaknya pada Juni–Juli, Ritolia menyebut hal itu lebih disebabkan persaingan ketat antara Beijing dan New Delhi, bukan ancaman tarif.

India tetap menjadi tujuan ekspor minyak terbesar Rusia. Menurut Kpler, pada September India membeli 1,82 juta barel per hari, sementara China 1,49 juta barel per hari. Volume itu jauh melampaui pembelian India atas minyak Venezuela.

"Sementara, untuk Oktober, pasokan minyak mentah 350.000 barel per hari dari Venezuela dijadwalkan untuk India, meskipun kemungkinan akan tiba pada November karena waktu perjalanan," kata Ritolia.

Rekomendasi