AS Jatuhkan Sanksi pada 17 Kapal Tanker Bayangan Iran

AS menjatuhkan sanksi pada 17 kapal terkait 'armada bayangan' Iran dalam Operasi Economic Outcast. Departemen Keuangan membeberkan target utamanya.

Agustina Melani
Oleh Agustina Melani - Reporter
AS Jatuhkan Sanksi pada 17 Kapal Tanker Bayangan Iran
Matahari terbit di balik kapal tanker yang berlabuh di Selat Hormuz di lepas pantai Pulau Qeshm, Iran, Sabtu, 18 April 2026. (AP Photo/Asghar Besharati)

Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi terhadap 17 kapal tambahan yang dikaitkan dengan "armada bayangan" Iran, jaringan pengangkut minyak dan gas ke luar negeri. Langkah ini disampaikan sebagai bagian dari upaya Washington melumpuhkan ekonomi Teheran di tengah perang yang telah berlangsung lebih dari tujuh bulan, dikutip dari CNBC, Jumat (9/10/2026).

Sanksi baru tersebut menjadi bagian dari Operation Economic Outcast (OEO), nama kampanye tekanan AS terhadap Iran. Paket ini dirancang untuk mempersempit ruang gerak jaringan logistik energi Iran yang beroperasi lintas yurisdiksi.

Penetapan sanksi dimaksudkan membatasi kemampuan Iran dalam mengangkut dan memperoleh keuntungan dari minyak bumi serta produk petrokimia yang menjadi sumber pemasukan utama.

"Departemen Keuangan memutus akses dana bagi rezim tirani di Teheran yang digunakan untuk mengobarkan perang di kawasan ini, dan kami akan terus mengungkap pihak-pihak yang memfasilitasi penjualan minyak rezim tersebut," ujar Menteri Keuangan Scott Bessent dalam sebuah pernyataan.

"Tidak ada pihak yang memfasilitasi penghindaran sanksi Iran yang akan luput dari tindakan tegas berdasarkan wewenang penuh Departemen Keuangan," ia menambahkan.

Menurut pernyataan resmi, kapal-kapal yang baru dikenai sanksi terdaftar di lebih dari selusin yurisdiksi dan berperan dalam pengangkutan jutaan barel minyak mentah, produk minyak bumi, dan petrokimia asal Iran. AS juga telah lama menyatakan pendapatan minyak ilegal Iran digunakan untuk mendanai rezim serta kelompok proksi teroris terkait, sehingga aliran dana itu menjadi sasaran pemutusan.

AS Menargetkan Sisa Armada Bayangan Iran

Seluruh kapal yang menjadi sasaran sanksi ini baru saja ditetapkan statusnya. Meski tindakan spesifik yang diumumkan pada Kamis itu diperkirakan tidak akan mengubah kondisi ekonomi Iran secara besar-besaran jika berdiri sendiri, Departemen Keuangan menyebut langkah tersebut menargetkan "sisa-sisa" armada bayangan Iran.

Upaya ini dimaksudkan melengkapi sanksi yang sudah ada, yang dirancang untuk membatasi kemampuan Iran menyerang kapal-kapal di Selat Hormuz sekaligus menekan kemampuan rezim mempertahankan kelangsungannya.

Kapal yang disasar termasuk TINA 5 (berbendera Vanuatu), yang menurut Departemen Keuangan telah mengangkut lebih dari 1,5 juta barel minyak mentah Iran pada Agustus.

Juga ada kapal tanker LPG SOGL (berbendera Komoro), yang disebut telah memindahkan lebih dari dua juta barel propana dan butana Iran sejak September 2025; serta kapal tanker minyak mentah SHENZHEN (berbendera Kamerun), yang disebut telah memindahkan lebih dari 3,5 juta barel minyak mentah Iran sejak November 2025.

Rekomendasi