Bukan Cuma Sakura, Ini Alasan Orang Indonesia Tak Bosan Liburan ke Jepang

Overseas spending terus melonjak tiap tahun. Ini dia sederet alasan ciamik yang bikin wisatawan Indonesia tak pernah bosan liburan ke Jepang!

Auria Setiarum Cahayani
Bukan Cuma Sakura, Ini Alasan Orang Indonesia Tak Bosan Liburan ke Jepang
Turis asing dan warga lokal Tokyo, Jepang, berebut momen untuk mendapatkan foto terbaik di musim sakura. (dok. Richard A. Brooks / AFP)

Jepang masih menjadi destinasi idaman wisatawan asal Indonesia. Tren masyarakat pergi liburan ke Jepang menunjukkan grafik yang terus meningkat.

Data Japan National Tourism Organization (JNTO) mencatat, jumlah kunjungan wisatawan Indonesia ke Negeri Sakura melonjak hingga 11 persen pada periode Januari hingga Agustus.

Selain itu, The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited (Bank HSBC) juga mencatat transaksi pengeluaran luar negeri (overseas spending) nasabahnya meningkat 24 persen secara tahunan (year-on-year). Dari total transaksi tersebut, Jepang menyumbang porsi dominan sebesar 15 persen.

"Kalau dari segi transaksi, sudah pasti kalau untuk Jepang yang paling tinggi itu HALT: Hotel, Airline, dan Travel. Juga selain itu shopping dan dining," ujar Fransisca, selaku Kepala Bagian Penawaran Nasabah & Kemitraan Strategis HSBC dalam Luncheon Event HSBC dan ANA Travel pada Kamis (8/10) di Plaza Indonesia.

Potret Fransisca Arnan
Fransisca Arnan sedang mempresentasikan tentang penawaran unggulan liburan dengan HSBC-ANA Travel Fair.

Lantas, apa yang membuat masyarakat Indonesia seakan tak pernah bosan dan terus kembali berlibur ke Jepang?

1. Pesona 4 Musim

Jepang memiliki daya tarik tersendiri yakni pada keberagaman empat musimnya.

Wisatawan tak hanya berkunjung saat musim semi untuk melihat bunga sakura, namun juga mengincar pengalaman berbeda di musim dingin, musim panas, hingga musim gugur.

Setiap pergantian musim, Jepang selalu menyajikan vibes dan destinasi wisata yang bervariasi.

Nikmati pesona musim gugur di negara empat musim dengan perjalanan lebih nyaman bersama berbagai kemudahan BRI Kartu Kredit Infinite.
Seorang wanita mengenakan kimono tradisional di Kuil Toji di Kyoto, Jepang, dengan taman yang indah dan dedaunan musim gugurnya. (depositphotos.com/cowardlion)

2. Nilai Kurs dan Cost Living Murah

Jika dibandingkan dengan negara-negara maju lainnya, cost of living (biaya hidup) dan nilai tukar mata uang di Jepang saat ini relatif terjangkau.

Harga makanan hingga barang belanjaan dinilai tidak jauh berbeda dengan pengeluaran di Indonesia, sehingga sangat cocok bagi para pemburu liburan.

3. Berburu Hidden Gems

Minat traveler Indonesia kini mulai bergeser. Tak hanya tertuju pada kota-kota populer seperti Tokyo, Osaka, atau Hokkaido, kini wisatawan mulai mengeksplorasi kota-kota lain dan wilayah anti-mainstream di Jepang untuk mencari pengalaman berwisata yang lebih autentik, seperti Kyoto, Nara, Fukuoka, hingga kawasan Kyushu.

Rekomendasi