Gedung konvensi dan eksibisi yang disebut-sebut terbesar di Asia Tenggara, Indonesia Convention Exhibition (ICE) siap menjadi idola baru untuk pusat konvensi dan pameran di Indonesia dan ASEAN.
Gedung yang berlokasi di kawasan BSD City ini siap merebut pasar yang selama ini dikuasai JCC Senayan dan JIEXPO Kemayoran. Presiden Direktur PT Indonesia International Expo (IIE) Danny Budiharto mengklaim, ICE memiliki kelebihan yang tidak dimiliki konvensi lain. Salah satunya luas tanah yang mencapai 22 hektar. Dia optimis, pameran berskala besar akan lari dari JCC ke ICE.
"Tanah kita saja 22 hektar dan skala kita besar. Ini keunggulan kita, kalau skala kita sama memang kita kalah dari Kemayoran dan JCC, orang pilih di situ. Tapi kita skalanya, kita besar," ucap Danny dalam acara topping off ICE di Tangerang, Kamis (11/12).
Danny mengaku siap bersaing. Berbekal pengalamannya membangun 4 gedung konvensi sebelumnya, termasuk di Bali. Dia berharap, pameran berskala besar bisa hijrah ke Tangerang.
Dia percaya diri, gedung konvensi ini bakal laku karena mempunyai bangunan dan arsitek nomor satu dunia. Selain itu, operator yang menjalankan gedung ini juga merupakan operator nomor satu di dunia.
"Kalau melihat bangunan, kita menggunakan arsitek nomor satu dunia bidang eksebisi. Operator kita pilih nomor satu. Untuk harga sewa kita tidak bisa bocorkan," tutupnya.