Persaingan bisnis ritel diwarnai fitnah dan sinisme

Terjunnya perusahaan BUMN dalam bisnis ritel untuk melawan dominasi ritel asing di Indonesia.

Novita Intan Sari
Oleh Novita Intan Sari - Reporter
Persaingan bisnis ritel diwarnai fitnah dan sinisme
Waralaba Alfamart. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) Ismed Hasan Putro mengklaim, terjunnya perusahaan BUMN dalam bisnis ritel untuk melawan dominasi ritel asing di Indonesia.

"Waroeng Rajawali dan Rajawali Mart menjadi alat pemerintah untuk mengendalikan inflasi dan menekan monopoli ritel asing," ujarnya di Gedung RNI, Jakarta, Rabu (10/12).

Meski begitu, Ismed mengakui hampir selalu menemui banyak hambatan dalam persaingan bisnis ritel di tanah air. Sejauh ini Ismed menganggap wajar sebagai persaingan bisnis.

"Banyak masalah, banyak hambatan, sinisme, fitnah ada semua, hantaman biasalah itu, kan hidup tidak semua menyenangkan orang, apalagi bisnis, itu risiko berbisnis, apalagi sesuatu yang baru," jelas dia.

Namun, lanjut Ismed, hambatan itu bukan untuk mematahkan semangat ritel BUMN menguasai pasar dalam negeri.

"Karena komitmen konsistensi kita tetap berjalan, jadi saya bukan diam, kalau ada peluang saya akan ambil, kita ambil," ungkapnya.

Rekomendasi