BBM naik, penjualan kendaraan bermotor turun 15 persen

Dengan pertumbuhan ekonomi selama enam tahun ini, membuat industri otomotif turut tumbuh sebesar 24,3 persen.

Henny Rachma Sari
Oleh Henny Rachma Sari - Reporter
BBM naik, penjualan kendaraan bermotor turun 15 persen
peluncuran mobil BMW. ©2012 Merdeka.com/arie basuki

Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi menaikkan harga BBM bersubsidi beberapa waktu lalu. Kenaikan sebesar Rp 2.000 per liter tersebut dinilai Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) Sudirman MR, akan berdampak pada penjualan mobil di Indonesia.

"Karena BBM ini pasti ada penurunan, mungkin 1 sampai 2 bulan. Perkiraan kami 10 sampai 15 persen. Tetapi setelah itu akan kembali lagi, itu berdasarkan pengalaman kami," ujar Sudirman di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan, Senin (24/11).

Sudirman menambahkan, dampak yang lebih berpengaruh dalam kenaikan harga tersebut yakni pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan pasar otomotif, sangat tergantung kepada pertumbuhan ekonomi secara nasional. "Jadi tidak ada yang khusus, seperti BBM. Jadi jika BBM naik bagaimana supaya pasar naik, ya kembali kepada mekanisme pasar. Itu acuan penjualan kendaraan," paparnya.Dengan pertumbuhan ekonomi selama enam tahun belakangan ini, membuat industri otomotif turut tumbuh sebesar 24,3 persen. Saat itu PDB 5,1 persen. "Memang kita tertekan sama dengan (penjualan mobil) tahun lalu 1,2 juta unit," ungkapnya.Sementara itu, untuk prediksi penjualan mobil tahun depan, Sudirman memperkirakan angkanya masih akan sama yakni sebesar 1,2 juta unit. "Kami kan selama per kuartal selalu lakukan review-review. Saat ini untuk (prediksi) tahun depan sama 1,2 juta, dengan catatan masuk kuartal pertama (lakukan) review kembali," katanya.

Rekomendasi