Pemerintah telah memilih mantan wakil ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Amien Sunaryadi menjadi Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).
Lembaga ini yang sebelumnya bernama BP Migas ini jadi sorotan publik karena tata kelola migas yang amburadul. Setelah beralih namapun, petingginya masuk bui karena menerima suap.
Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan penunjukan Amien Sunaryadi telah melewati serangkaian proses dan menyisihkan kandidat lainnya, termasuk Aussie Gautama. "Kenapa saya usulkan satu dari dua nama itu karena pak Amien seorang pejuang. SKK Migas perlu diawaki yang punya semangat pejuang energi. Pak Amien kuat bangun sistem," tegas Sudirman.Lantas tugas berat apa yang harus dilakukan, Certified Information Systems Auditor (CISA). Sertifikasi ini diberikan oleh Information System Audit and Control Foundation, USA, ini untuk memperbaiki lembaga yang dituduh jadi sarang korupsi minyak? berikut paparannya.
Advertisement
Perbaikan kelembagaan
Pemerintah mempunyai banyak harapan terhadap kepala SKK Migas, yang juga mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi. Paling tidak, pekerjaan yang harus dilakukan adalah reformasi kelembagaan."Perlu kepastian, standarisasi, sederhana karena itu saya pikir dia cocok pimpin sana. Tata ulang organisasi, sistem yang jadi kewenangan penuh dia," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said.Amien Sunaryadi adalah mantan wakil ketua KPK periode 2003-2007. Saat ini dia menjabat sebagai Senior Governance and Anti Corruption Officer di World Bank Indonesia.Sebelum menjabat sebagai Wakil Ketua KPK, Amien adalah mantan Kepala Sub Direktorat Pengawasan Khusus Kelancaran Pembangunan pada Deputi Bidang Pengawasan Khusus Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Advertisement
Kejar produksi minyak
Pria kelahiran Malang, 23 Januari 1960 ini juga pernah menjabat sebagai manajer pada unit Dispute Analysis and Investigations PT PricewaterhouseCoopers FAS pada Oktober 2000-Juni 2003, dipundaknya punya tugas berat.Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Amien Sunaryadi menegaskan, SKK Migas mempunyai tugas yang berat terutama meningkatkan lifting minyak nasional yang masih di bawah target APBN Perubahan 2014."Untuk meningkatkan lifting tentu ada langkah-langkah komprehensif. Dalam jangka pendek saya melihat apa sih item-item yang masih tertunda. Saya ingin, kalau bisa diselesaikan waktu cepat. Sehingga, bisa tingkatkan lifting," ujar dia dalam konferensi pers di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (19/11).
Advertisement
Perbaiki citra
Peraih Master of Professional Accountancy (MPA), program S-2 dari School of Accountancy pada College of Business Administration, Georgia State University, Atlanta, harus bekerja cepat memperbaiki lembaga yang dicap sebagai sarang korupsi setelah petinginya di tangkap KPK.Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengungkapkan alasan pemerintah memilih Amien karena sektor hulu migas membutuhkan seorang pejuang yang memiliki integritas dan kompetensi tinggi."Jasa beliau, sebagai salah satu pimpinan KPK jilid pertama, adalah mendesain sistem kerja KPK. Dan kekuatan beliau sebagai orang yang sangat concern pada sistem kelembagaan sangat dibutuhkan SKK Migas," ujarnya saat ditemui di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (19/11).
Advertisement
Percepat bisnis hulu migas
Pada 1998, Amien mengikuti program pendidikan jangka pendek (satu bulan) The Corruption and Anti-Corruption Training yang diselenggarakan oleh National Center for Development Studies (NCDS) pada Australian National University di Canberra, Australia. Pendidikan ini berfokus pada analisis korupsi secara mendalam dan konsep memeranginya secara luas.Dengan pendidikan tersebut, diharapkan dia bisa fokus untuk mempercepat bisnis hulu migas serta mengembalikan kepercayaan publik terhadap lembaga SKK Migas. "Saya diberikan tugas khusus, kenapa saya diusulkan, karena untuk kembalikan kepercayaan publik. Kalau diperoleh itu dapat mendorong berkembang industri hulu migas, tingkatkan lifting dan kedaulatan energi khususnya di sektor migas," katanya.