Berbeda dengan Menteri Susi, OJK ingin Indonesia tetap di G-20

"Ini tetap sebuah peluang bagi Indonesia."

Saugy Riyandi
Oleh Saugy Riyandi - Reporter
Berbeda dengan Menteri Susi, OJK ingin Indonesia tetap di G-20
OJK. ©2013 Merdeka.com/Harwanto Bimo Pratomo

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai Indonesia tetap harus terlibat dalam kelompok 20 ekonomi terbesar di dunia atau G-20. Ini berseberangan dengan Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti yang berpendapat Indonesia sebaiknya keluar dari G-20 lantaran tak mendapat manfaat.

"Ini tetap sebuah peluang bagi Indonesia. Karena, pemerintah tentu saja sudah disiapkan dalam menghadapi perkembangan pasar modal Indonesia," kata Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal OJK Sardjito di Citi Securities Services Indonesia Annual Capital Market Outlook 2015 "Asean Integration 2015: Challenges and Opportunities", Jakarta, Senin (17/11).

Terlepas itu, Sardjito menyebut kapitalisasi pasar modal Indonesia masih mengkhawatirkan lantaran baru disokong 502 perusahaan publik. Kendati demikian, dia optimistis, pasar modal Indonesia siap menghadapi integrasi ekonomi Asean tahun depan.

"Indeks harga saham gabungan dari 2008 hingga 2014 makin membaik, apalagi adanya penyatuan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dengan Koalisi Merah Putih (KMP). Jadi, saya tetap optimistis terhadap ASEAN Economic Community 2015," ujarnya.

Dia mendorong pasar modal Indonesia untuk terus memersiapkan diri menghadapi liberalisasi perdagangan Asean. Menurutnya, momentum tersebut harus dimanfaatkan dengan baik untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Rekomendasi