Pengembangan sektor energi tersumbat birokrasi

Susilo menyadari hal seperti itu memang lumrah terjadi di pemerintahan.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Pengembangan sektor energi tersumbat birokrasi
Susilo Siswoutomo. ©rumgapres/abror rizki

Susilo Siswoutomo menceritakan pengalamannya menjadi wakil menteri energi dan sumber daya mineral (ESDM) selama dua tahun ke belakang. Menurut Susilo, masalah yang paling krusial dalam memajukan sektor energi Indonesia adalah masalah birokrasi.Birokrasi menjadi penghalang utama kementerian ESDM dalam mencapai target kerja. "Hampir dua tahun menjabat Wamen ESDM saya harus menghadapi realita bahwa biasanya yang saya rencanakan tak secepat yang diharapkan. Saya mau cepat tapi birokrasi butuh proses," kata Susilo di Jakarta, Selasa (21/10).Susilo menyadari hal seperti itu memang lumrah terjadi di pemerintahan. "Sebab, saya pernah bekerja di non birokrasi 33 tahun. Terus di birokrasi (SKK Migas). Dulu saya pikir kerja dengan birokrasi sulit. Tapi ternyata setelah masuk, naudzubillah sulitnya bukan main," tegasnya.Namun demikian, Susilo tetap berterima kasih pada Susilo Bambang Yudhoyono dan Jero Wacik yang telah memberi kesempatan padanya untuk mengabdi pada negara. Meski demikian, Susilo menyadari, mengabdi pada negara tidak hanya dengan menjadi pejabat atau PNS.Selepas jadi wakil menteri ESDM, Susilo berjanji masih akan tetap mengabdi dengan melaksanakan tugas yang diemban dengan maksimal, baik di pemerintahan maupun sektor swasta."Mengabdi tidak mengenal tempat, waktu dan usia serta tempat kita bekerja. Selama melaksanakan kerjaan baik itu berarti anda mengabdi pada negara. Laksanakan dengan tekun. Bukan berarti mengabdi negara jadi PNS, itu hanya jadi alat," tutupnya.

Rekomendasi