Jokowi 'kawinkan' lagi Kementerian Perdagangan dan Perindustrian

Menperin: Secara teknis (penggabungan) butuh waktu minimal 6 bulan. Setelah itu baru bisa bekerja.

Henny Rachma Sari
Oleh Henny Rachma Sari - Reporter
Jokowi 'kawinkan' lagi Kementerian Perdagangan dan Perindustrian
Jokowi naik motor roda tiga. ©2014 Merdeka.com/Faqih

Setelah hampir sepuluh tahun 'bercerai', hampir dipastikan Kementerian Perindustrian akan kembali 'dikawinkan' lagi dengan Kementerian Perdagangan. Dari pengakuan Menteri Perindustrian MS Hidayat, presiden terpilih Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi memutuskan untuk kembali melebur dua kementerian itu. Rencana ini dikabarkan sudah disepakati oleh sejumlah pihak yang berkompeten.

"Hampir pasti (Penggabungan 2 Kementerian)," ungkap Hidayat di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan, Selasa (13/10).

Pihaknya menyambut baik rencana Jokowi. "Orang-orang kompeten yang bicara. Saya sudah sampaikan itu bagus supaya lebih efisien," paparnya.

Untuk menyatukan kembali dua kementerian itu, tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Hidayat menyebut, mekanisme penyesuaian saat penggabungan dua Kementerian tersebut membutuhkan waktu sekitar 6 bulan.

"Secara teknis butuh waktu minimal 6 bulan baru bisa bekerja," ucapnya.

Meskipun nantinya dilebur dengan perdagangan, sejumlah investasi yang telah disepakati Kementerian Perindustrian tidak akan terhambat.

"Itu pasti jalan (investasi yang telah disepakati). Karena merupakan kebutuhan mutlak untuk mengantisipasi masa depan industri," tegasnya.

Hidayat mengaku lega dengan penyatuan ini. Dia meminta Jokowi konsisten dengan pernyataannya terkait penghentian ekspor bahan mentah saat pemerintahannya berlangsung.

"Alhamdulillah saya dengar dari Pak Jokowi dalam statementnya beliau tidak ingin mengekspor bahan mentah," tuturnya.

"Kalau dijadikan 1 Kementerian mungkin bisa lebih sinkron dan juga membuat struktur kabinet lebih ramping," ucapnya.

Sekadar diketahui, Departemen Perindustrian dan Perdagangan di bawah kepemimpinan Rini Mariani Soemarno Soewandi berakhir pada 2004. Susilo Bambang Yudhoyono yang terpilih sebagai Presiden melalui pemilihan langsung yang pertama di Indonesia merombak susunan kabinet.

Departemen Perindustrian dan Perdagangan dipecah menjadi dua yaitu Departemen Perindustrian dan Departemen Perdagangan. Nama departemen diubah menjadi kementerian di era Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II (periode 2009-2014).

Rekomendasi