Pertumbuhan kelas menengah membuat PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) berani menghidupkan kembali bisnis sektor properti. RNI membangun hotel budget di kawasan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur.
Direktur Utama RNI Ismed Hasan Putro mengatakan pembangunan hotel ini ditargetkan rampung pada 2016 mendatang, yang terdiri dari 150 kamar dengan 11 lantai yang nantinya setara luas lebih kurang 6.739 meter persegi. Perseroan mengucurkan dana Rp 400 miliar demi proyek tersebut.
"Kami sebenarnya sudah pernah punya bisnis properti, jadi ini bukan merambah bisnis properti tapi menghidupkan kembali bisnis properti," kata di Kantor RNI, Jakarta, Minggu (12/10).
Dia beralasan, sengaja membangun hotel budget karena permintaan yang meningkat sementara pasokannya minim. Selain itu, proyek ini dilatarbelakangi oleh kepemilikan perseroan atas beberapa aset properti berupa tanah. Aset-aset semacam itu bersifat tidak terpakai (idle).
"Aset-aset semacam itu tentu jangan dibiarkan, harus dapat memberikan keuntungan dan nilai tambah bagi perusahaan. Maka dari itu kami melakukan terobosan dengan mengolah lahan kosong yang menjadi suatu bangunan bernilai tambah dan berdaya saing," jelas dia.
Selain di Jakarta, perseroan akan membangun hotel bintang di kawasan Cirebon, Jawa Barat. Cirebon jadi kawasan strategis lantaran menjadi kota alternatif liburan setelah Bandung dan Bogor.
"Potensi pasar baik pebisnis maupun wisatawan tumpah ruah di kawasan ini. Kawasan ini memberikan ruang-ruang baru untuk ditempati dan berinvestasi. Kami targetkan untuk realisasi hotel bintang di Cirebon pada 2015 mendatang," ungkapnya.
Pembangunan hotel bintang di atas lahan seluas 1.587 meter persegi berlokasi di Jl. Dr Wahidin 49 Cirebon, Rajawali Hotel Cirebon akan membangun 100 kamar dengan 6 lantai atau setara dengan luas lebih kurang 2.800 meter persegi.
"Hotel ini dalam pengembangannya menelan biaya sekitar Rp 42 miliar. Kami tidak hanya membangun hotel saja, tapi juga kawasan perkantoran," katanya.