Dahlan angkat tangan selesaikan masalah Merpati sebelum lengser

Namun, Dahlan mengklaim telah memiliki strategi untuk menyelesaikan masalah Merpati meski berbelit-belit.

Novita Intan Sari
Oleh Novita Intan Sari - Reporter
Dahlan angkat tangan selesaikan masalah Merpati sebelum lengser
Demo pegawai Merpati di depan BUMN. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengaku tak mampu jika permasalahan pembayaran gaji PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) selesai di akhir masa kerja Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II. Pasalnya, penyelesaian maskapai penerbangan perintis ini sangat rumit."Mudah-mudahan di akhir jabatan saya, tapi saya tidak janjikan," usai Rapat Pimpinan di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (25/9).Namun, Dahlan mengaku sudah menemukan cara untuk menyelesaikan masalah pembayaran gaji Merpati. Cara ini didapat saat melakukan sejumlah rapat pimpinan.Akan tetapi Dahlan enggan mengungkap strateginya. Dia hanya menegaskan bahwa cara ini membutuhkan waktu panjang karena melibatkan sejumlah pemangku kepentingan."Caranya agak berbelit, agak muter. Nah, yang muter ini harus ada persetujuan dari berbagai pihak. Ada teknik-teknik tertentu," ungkap mantan dirut PT PLN (Persero) itu.Dia menambahkan strategi ini akan dilaporkan kepada Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kalau sudah pasti. "Kalau 1-2 hari ini bisa mendapat jalan yang lebih jelas, saya akan melapor. Tapi, kalau perlu approach beberapa pihak dan beberapa pihak itu perlu waktu, ya, saya belum akan lapor," tutup dia.Sebelumnya, Dahlan menyebut aset Merpati tak ada yang bisa dijual untuk membayar gaji karyawan maskapai tersebut. Semula, dia mengira anak usaha PT Merpati Maintenance Facility (MMF) bisa dijual, ternyata sudah diagunkan. Masalah ini pun belum dilaporkan kepada Komisi VI DPR RI. "Belum (lapor)," kata dia.Dahlan pun menyebut perhitungan pembayaran gaji karyawan Merpati tak mencapai Rp 1 triliun. "Ya, tidaklah," kata dia.

Rekomendasi