Tahun ini, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) akan membuka 100 gerai Waroeng Rajawali. Aksi ekspansi bisnis ini untuk mencapai target jumlah gerai 250 unit yang nantinya akan diwaralabakan ke pihak lain yang berminat.
Direktur Utama PT RNI Ismed Hasan Putro mengatakan, saat ini jumlah gerai retail yang dimiliki oleh perusahaan pelat merah tersebut berjumlah 150 gerai. Adapun total investasi untuk membuka 150 outlet sejak tahun lalu sebesar Rp 35 miliar.
"Saat ini sudah ada 150 gerai, targetnya menjadi 250 outlet, itu di berbagai wilayah di Indonesia. Yang 150 gerai investasinya Rp 35 miliar, itu untuk SDM dan lain-lain. Itu karyawannya sudah 500 orang lebih. Setelah 250 outlet itu, selanjutnya untuk franchise," ujar Ismed usai Peresmian Distribution Center Rajawali Mart di Pancoran, Jakarta, Rabu (10/9).
Ismed menyebut, Waroeng Rajawali sudah ada di beberapa kota besar di Indonesia seperti Medan, Makassar, Palembang, Bali, Lombok, Surabaya, Malang, Semarang, Cirebon, Solo, Yogyakarta, Banten, Jabodetabek, dan sebagian besar wilayah Jawa Barat. Adapun, outlet terbanyak berada di Bali dengan jumlah 30 gerai.
"Karena kita merintisnya di Bali dan ternyata trennya positif. Investasi outlet tergantung harga sewa tempat, kisaran antara Rp 350-500 juta," kata dia.
Mengenai persaingan dengan minimarket lain seperti Indomart dan Alfamart, Ismed mengakui tidak ingin menjadi pesaing. Menurutnya peran Waroeng Rajawali hanya sebagai pelengkap sehingga masyarakat punya banyak pilihan minimarket untuk berbelanja.
"Mereka (Indomart dan Alfamart) kan sudah besar, kita baru belajar. Kita belajar dari mereka, jadi bukan menyaingi. Tapi kita memberikan pilihan pada masyarakat dan menambah layanan masyarakat, kalau mereka saja kan tidak tertangani juga. Strateginya sama saja, jualan, harga kompetitif, hari tertentu bikin promosi untuk produk gula, beras, daging," ungkap dia.
Ismed mengungkapkan untuk waralaba bisnis retail ini, pihaknya memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memiliki gerai baru Waroeng Rajawali. Bahkan jika masyarakat, RNI tak sungkan melepas gerai yang sudah ada untuk dimiliki oleh investor.
"RNI tidak ingin menjadi konglomerat mart, kita hanya ingin menjadi distributor untuk kebutuhan mart yang kita harapkan kepemilikannya masyarakat. Bahkan yang 250 outlet nanti kalau masyarakat mau beli kita jual. Kita punya 50 outlet saja sudah cukup, nggak perlu banyak," jelas dia.