Direktur INDEF, Didik Junaidi Rachbini berang mendengar ada ide menjual pesawat kepresidenan. Penjualan aset negara negara ini dipastikan tidak akan berdampak pada penghematan anggaran seperti yang disebut oleh Politisi PDIP Maruarar Sirait.
"Kalau menjual pesawat kepresidenan dengan alasan efisiensi tidak masuk akal. Satu pesawat tidak ada artinya," ucap Didik ketika ditemui di JCC, Senayan, Jakarta, Kamis (4/9).
Didik meminta Maruarar Sirait berpikir dan menghitung secara cermat sebelum memberikan ide atau usulan penghematan anggaran. "Tidak usah berwacana menjual pesawat kepresidenan itu," tegasnya.
Didik meminta presiden terpilih Joko Widodo dan timnya berpikir lebih rasional dalam konteks penghematan anggaran. Tim Jokowi disarankan lebih memikirkan penyelamatan anggaran dengan memotong anggaran subsidi BBM.
"Efisiensi itu APBN, kalau bisa hemat kita bisa beli ratusan pesawat. Tapi menaikkan BBM ada kontroversi, kalau naik kita dibilang aliran neolib, membiarkan subsidi aliran naif," tutupnya.