Kasak kusuk seputar pengganti Karen di Pertamina

Sebagian kalangan berbisik, pengganti Karen adalah orang dalam Pertamina.

Moch Wahyudi
Oleh Moch Wahyudi - Reporter
Kasak kusuk seputar pengganti Karen di Pertamina
Karen Agustiawan diperiksa KPK. ©2014 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Spekulasi siapa pengganti Karen Agustiawan, Direktur Utama PT Pertamina, akan mengundurkan diri pada 1 Oktober mendatang terus bergulir. Masyarakat pun bertanya-tanya. Maklum saja, BUMN energi itu merupakan aset berharga bangsa, penyumbang dividen terbesar untuk negara.

Sebagian kalangan berbisik, pengganti Karen adalah orang dalam Pertamina. Sinyalemen itu mengarah kepada Direktur Pemasaran dan Niaga Hanung Budya, dan Direktur Gas Hari Karyuliarto. Dua nama ini memang punya rekam jejak yang dalam di Pertamina.

Direktur Eksekutif Institut Proklamasi Arief Rahman mengatakan dirut Pertamina mendatang harus memiliki kemampuan manajerial korporasi. Dan mampu melebihi pencapaian Karen saat memimpin Pertamina enam tahun terakhir.

"Dua nama ini (Hanung Budya dan Hari Karyuliarto) kabarnya memang akan dipilih sampai ada pelantikan dirut baru. Tapi keduanya punya catatan," kata Arief, di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, Hari Karyuliarto diduga terlibat dalam kasus penyewaan kapal tangker dan menjadi pelindung para calo gas. Sementara Hanung Budya pernah menjadi Direktur Utama Pertamina Energy Limited (Petral), sering disebut-sebut dikuasai mafia minyak.

"Kalau pun salah satu yang dipilih, cukup untuk masa transisi saja sebelum penunjukan dirut definitif melalui rapat umum pemegang saham luar biasa," ucapnya.

Terlepas dari itu, pemerintah sendiri secuil demi secuil sudah memberikan isyarat siapa penerus Karen Agustiawan di Pertamina. Antara lain:

Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung mengatakan bahwa untuk sementara waktu, pengganti Karen adalah pejabat senior Pertamina.

"Menurut AD/ART, Pertamina sendiri akan menunjuk salah satu direktur, biasanya yang paling senior untuk sementara menjabat," ungkapnya.

Nah, bila menengok jajaran direksi Pertamina, beberapa yang cukup senior adalah Direktur Pengolahan Chrisna Damayanto, Direktur Hulu Muhammad Husen, serta Direktur Pemasaran dan Niaga Hanung Budya.

"Keputusannya tetap RUPS dan pemerintah sebagai pemegang saham," ujarnya.?

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung mengisyaratkan bahwa pemerintah hanya akan menunjuk direktur utama Pertamina untuk sementara waktu. Dia hanya akan memimpin BUMN energi tersebut hingga akhir masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 20 Oktober mendatang.

"Kalau kita tunjuk sekarang, nanti pemerintah baru tidak setuju kasihan kan yang ditunjuk. Filosofinya kita tidak mau menyandera," katanya.?

Adapun kandidat pelaksana tugas dirut Pertamina adalah pejabat senior di perusahaan pelat merah tersebut.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengaku telah menyiapkan tiga nama calon pengganti Karen Agustiawan. Mereka berasal dari internal dan eksternal Pertamina.

"Namanya ada tapi belum bisa disebut," ujarnya.

Dahlan Iskan melanjutkan keputusan akhir siapa yang akan jadi bos Pertamina berada di tangan presiden. Tugasnya hanya sebatas memberi rekomendasi.

Menteri BUMN Dahlan Iskan mengaku sudah mengajukan nama yang dijagokan untuk melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan di Pertamina.

"Tentu, saya mengusulkan (nama) tetapi terserah bapak presiden. Tapi namanya masih rahasia," ucapnya.

Dahlan berharap, nantinya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bisa membuka komunikasi dengan presiden terpilih untuk memilih pengganti Karen yang akan duduk sebagai nahkoda Pertamina.

"Nah, saya nanti berharap Pak SBY akan komunikasi dengan presiden terpilih, tapi setelah tanggal 22. Apakah Dirut Pertamina akan dipilih yang baru definitif atau biar pejabat sementara dulu, nanti tunggu pelantikan presiden yang akan datang," katanya.

Rekomendasi