Harga gula hancur, laba semester I RNI anjlok 75 persen

Semester I, RNI hanya mampu mencetak laba Rp 25 miliar.

Novita Intan Sari
Oleh Novita Intan Sari - Reporter
Harga gula hancur, laba semester I RNI anjlok 75 persen
Gula. ©2012 Merdeka.com/Shutterstock/Gayvoronskaya_Yana

PT Rajawali Nusantara (RNI) mengaku kinerja sepanjang enam bulan pertama tahun ini memburuk. Tercatat, laba perseroan pada semester I 2014 anjlok hingga 75 persen menjadi Rp 25 miliar dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp 93 miliar. Padahal, hingga akhir tahun ini perseroan menargetkan laba Rp 200 miliar.Direktur RNI, Ismed Hasan Putro, mengatakan memburuknya kinerja perseroan lantaran harga komoditas mengalami penurunan diantaranya gula, CPO, dan karet. "Kontribusi utama kami kan gula, harga gula hancur," ujarnya di Gedung RNI, Jakarta, Selasa (19/8).Selain penurunan harga komoditas, penumpukan stok gula hingga mencapai 2 juta ton akibat tak laku. "Kacau, menumpuk di gudang 2 juta ton. Tapi harga tren lelang masih bagus antara Rp 8.300 - Rp 8.400 per Kg," jelas dia.Penurunan laba semester I ini, lanjutnya, membuat perseroan merevisi target laba tahun ini menjadi sebesar Rp 165 miliar. "Kami revisi dari (target awal) Rp 200 miliar," ungkapnya.

Rekomendasi