Kenaikan harga gas 12 Kg tidak bisa buru-buru

Pemerintah mengakui kenaikan harga gas 12 kg sepenuhnya wewenang Pertamina.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Kenaikan harga gas 12 Kg tidak bisa buru-buru
Gas elpiji 12 kg. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman

Rencana PT Pertamina menaikkan harga gas elpiji 12 kg sepertinya tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat. Sebab, sampai saat ini pemerintah masih mengkaji rencana tersebut.

Menteri ESDM Jero Wacik mengatakan, kenaikan harga gas elpiji 12 Kg tidak bisa terburu-buru karena mempengaruhi daya beli masyarakat. Dalam pandangannya, kenaikan harga gas 12 Kg sama saja dengan kenaikan BBM yang tidak bisa diputuskan dengan cepat. Pemerintah terlebih akan mengkaji dampak kebijakan ini.

"Elpiji12 Kg sedang dibahas jadi tidak bisa diputuskan, kalau kenaikan elpiji, BBM tidak bisa cepat-cepat. Harus dikaji dulu, dicek dulu, daya beli rakyatnya bagaimana," ucap Jero di Jakarta, Kamis (14/8).

Dia mengakui, keputusan kenaikan harga gas elpiji 12 Kg sebenarnya wewenang Pertamina karena pemerintah tidak memberi subsidi. Namun ini tetap akan dikaji karena menyangkut rakyat.

"Kan kalau elpiji 12 Kg sebetulnya kelas menengah. Mestinya secara teori lebih ringan tapi tetap ada kajian. Kita bahas dulu disidangkan dulu karena kan menyangkut rakyat, mudah-mudahan bisa tahun ini," katanya.

Sebelumnya, Pertamina mengklaim rencana kenaikan harga gas 12 kg sudah mendapat lampu hijau dari pemerintah. Rencananya, 1 Januari dan 1 Juli tahun depan, harga gas akan naik Rp 1.500 per kilogram. Harga itu dipertahankan pada dua kali penaikan pada 2016.

Namun, Pertamina melihat, Agustus tahun ini merupakan saat tepat untuk menaikkan harga gas 12 kg. "Agustus ini timing yang tepat, naik sekitar Rp 1.000 sampai Rp 1.500, sampai mencapai harga keekonomian, saya tekankan kepada pengguna elpiji 12 kg," kata Juru Bicara PT Pertamina Ali Mudakir di Kementerian Keuangan, Rabu (13/8).

Opsi kenaikan harga diambil karena Pertamina terus menanggung kerugian karena menjual elpiji 12 kg di bawah harga keekonomian.

Rekomendasi