Semen Indonesia mengklaim mampu menghemat penggunaan listrik Rp 120 miliar per tahun atau penggunaan listrik Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebesar 152 juta kWh. Caranya melalui pemanfaatan gas buang pabrik (Waste Heat Recovery Power Generation/WHRPG) dengan kapasitas desain 30,6 MW untuk pembangkit listrik.Direktur Utama Semen Indonesia, Dwi Soetjipto, mengatakan pemanfaatan WHRPG ini akan dibangun di pabrik Tuban I, Tuban 2, Tuban 3 dan Tuban 4 sehingga dalam satu area seluruh panas buang dimanfaatkan sebagai sumber pembangkit listrik."Industri semen termasuk bisnis yang paling terkena dampak kenaikan tarif dasar listrik (TDL) untuk kelas industri tahun ini, untuk itu kami terus melakukan inovasi dan efisiensi diberbagai aspek, termasuk di bidang energi," ujarnya di The East Tower, Jakarta, Selasa (15/7).Menurutnya, proyek ini juga merupakan upaya mengurangi ketergantungan energi dari PLN. Terlebih penyesuaian TDL untuk industri akan terus dilakukan oleh pemerintah dalam rangka mengurangi beban subsidi energi."Kami akan terus membangun kemandirian energi dengan memiliki pembangkit listrik sendiri. Februari tahun ini saja, PT Semen Tonasa juga baru meresmikan pembangkit listrik BTG-2 dengan kapasitas 70 MW, sehingga total kapasitas pembangkit listrik menjadi 120 MW dan menjadi pertama kalinya di Indonesia sebagai industri semen yang mampu memenuhi kebutuhan listrik sendiri," jelas dia.Pada proyek penghematan listrik ini perseroan menggandeng perusahaan Jepang, JFE Engineering Jepang (JFE) dengan biaya investasi pembangunan pembangkit listrik mencapai Rp 638 miliar. Periode konstruksi diperkirakan menelan waktu sekitar 24 bulan dihitung sejak kegiatan engineering sampai selesainya commissioning."Biaya investasi ini tidak menggunakan dana atau pinjaman perbankan, semua kas internal," ungkapnya.Nantinya, proyek WHRPG akan beroperasi di akhir semester II 2016. Adapun proyek ini mempunyai kandungan lokal sebesar 52 persen dan sisanya merupakan kandungan impor dipasok JFE."Proyek ini akan berkontribusi pada program pengurangan emisi CO2 sebesar 122.358 ton per tahun," tutup dia.
Semen Indonesia klaim mampu hemat listrik Rp 120 M per tahun
Perseroan memanfaatkan gas buang pabrik (WHRPG) dengan kapasitas desain 30,6 MW untuk pembangkit listriknya.
Advertisement
Rekomendasi